Malanginspirasi.com – Berawal dari keprihatinan saat turun langsung mengajar siswa Sekolah Dasar yang masih kesulitan dalam berhitung dasar, mahasiswa jurusan Departemen Statistika Fakultas Sains, Teknologi dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) menciptakan inovasi Braintera Academy.
Lembaga bimbingan belajar ini berbasis solusi konkret dimana kelompok mahasiswa penerima Program Hibah Wirausaha Mahasiswa (PHWM) ini membantu meningkatkan kualitas belajar anak-anak di Kota Malang melalui pendekatan privat yang menyenangkan.
Salah satu anggota Braintera Academy, Jenia Vita Amellia mengungkapkan bahwa pengalaman lapangannya saat mengajar anak kelas 1 hingga kelas 6 Sekolah Dasar membuka matanya terhadap tantangan besar pendidikan saat ini.
“Yang sempat membuat terkejut adalah ada siswa kelas 6 tidak bisa perkalian sama sekali. Dan itu menjadi tantangan penting bagi guru, terutama tidak hanya pendidikan formal, tapi pendidikan non-formal dalam melakukan kolaborasi,” ujarnya dalam acara bersama awak media.
Terkait efektivitas, ia memaparkan alasan di balik pemilihan format privat tatap muka langsung.
Baca Juga:
Mahasiswa Departemen Kimia FSTeM UB Ciptakan Inovasi Kebab Berbahan Nabati Nutri Wrap
“Jadi memang mereka harus bisa one-on-one bersama mentornya, kemudian mereka akan paham, ‘Oh saya itu kurangnya di sini.’ Dan mereka biasanya jika disatukan bersama teman, mereka itu tidak belajar, tapi bermain,” tutur dia ketika menjelaskan tantangan konsentrasi belajar anak jika digabungkan dalam kelompok.
Lebih lanjut, Hanifah Salsabila yang juga salah satu mentor, menegaskan komitmen Braintera Academy dalam memberikan akses pendidikan berkualitas dengan biaya yang sangat terjangkau bagi masyarakat Kota Malang.
Pihaknya menetapkan tarif berkisar antara Rp45.000 hingga Rp65.000 per sesi untuk jenjang SD hingga SMA, tanpa langsung menaikkan harga tinggi meskipun mengajarkan kurikulum internasional seperti Cambridge.
“Kami berprinsip bahwa pendidikan layak didapatkan oleh siapa saja tanpa harus terhalang oleh kondisi ekonomi,” jelasnya.
Selain menawarkan biaya ekonomis, Braintera Academy memberikan kebebasan bagi orang tua murid untuk menentukan fleksibilitas jadwal les serta mengajukan kriteria mentor yang diinginkan.
“Untuk menjaga mutu pengajaran, setiap calon mentor wajib melewati rangkaian seleksi ketat mulai dari tahap administrasi, wawancara daring via Zoom, hingga simulasi mengajar (micro teaching) guna memastikan kesiapan gestur dan pola komunikasi mentor saat mendampingi siswa,” kata Hanifah.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Braintera Academy tidak hanya berfokus pada pelajaran sekolah.
“Braintera Academy turut menghadirkan ekosistem pendukung bertajuk Braintera Universe. Wadah ini menaungi berbagai layanan interaktif seperti program les privat BrainSmart, sesi wawancara siswa BrainTalks, hingga rencana penyelenggaraan webinar pendampingan bagi para orang tua,” papar Hanifah.
Ia melanjutkan bahwa ada juga program Terra yang berfokus memfasilitasi dan mengembangkan potensi minat bakat non-akademik siswa, mulai dari seni mewarnai hingga kompetisi cerdas cermat.
Melalui kemudahan akses biaya, fleksibilitas sistem belajar, serta pendampingan karakter dan bakat secara menyeluruh, Braintera Academy berharap dapat terus berkontribusi nyata dalam mencetak generasi muda Kota Malang yang berprestasi dan cerdas.







