Malanginspirasi.com – Program Studi (Prodi) Agribisnis, Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB), menggelar Factory Visit ke pabrik PT Yakult Indonesia Persada di Mojokerto, Jawa Timur.
Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik kerja lapang pada mata kuliah Manajemen Operasional dalam Agribisnis, yang bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai penerapan sistem manajemen operasi dalam industri pengolahan pangan.
Kunjungan industri tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan konsep teoritis yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik pengelolaan operasional perusahaan secara langsung.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami bagaimana perusahaan berskala industri mengelola berbagai aktivitas operasional, mulai dari perencanaan produksi, pengelolaan bahan baku, pengendalian kualitas, pengaturan kapasitas produksi, hingga sistem distribusi produk kepada konsumen.
Mengenal Penerapan Manajemen Operasional dalam Industri Pangan
Sebagai perusahaan yang bergerak dalam industri minuman susu fermentasi probiotik, PT Yakult Indonesia Persada menjadi salah satu contoh industri pengolahan pangan yang relevan untuk mempelajari penerapan manajemen operasional secara terintegrasi.
Dalam konteks mata kuliah Manajemen Operasional dalam Agribisnis, kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami keterkaitan antara berbagai fungsi operasional perusahaan dalam menghasilkan produk yang memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan.
Mahasiswa memperoleh konteks pembelajaran mengenai pentingnya perencanaan kebutuhan bahan baku, efisiensi proses produksi, penerapan prosedur operasional standar (Standard Operating Procedure), serta sistem pengawasan mutu dalam mendukung keberlangsungan aktivitas perusahaan.
Baca Juga:
FBiPK UB Gandeng First Resources Group Serap Lulusan di Industri Sawit
Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk memahami karakteristik industri pangan yang membutuhkan konsistensi kualitas produk, pengendalian proses secara ketat, serta koordinasi antarfungsi organisasi agar kegiatan produksi dan distribusi dapat berjalan secara efektif.
Pemahaman tersebut menjadi penting mengingat industri agribisnis modern tidak hanya menuntut kemampuan menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga membutuhkan pengelolaan sumber daya yang efisien, ketepatan proses produksi, dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar.
Mengintegrasikan Teori Perkuliahan dengan Praktik Industri
Pelaksanaan Factory Visit dirancang untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menganalisis aktivitas operasional perusahaan berdasarkan konsep dan teori yang telah dipelajari di ruang kelas.
Melalui pengalaman kunjungan industri ini, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai komponen penting dalam sistem manajemen operasi, termasuk strategi proses produksi, tata letak fasilitas, manajemen persediaan, pengendalian mutu, serta hubungan antara kapasitas produksi dan kebutuhan pasar.
Kegiatan ini juga memberikan perspektif mengenai bagaimana keputusan operasional memengaruhi produktivitas, efisiensi biaya, konsistensi kualitas produk, dan daya saing perusahaan.
Dalam pembelajaran agribisnis, pemahaman tersebut sangat relevan karena manajemen operasi memiliki peran penting dalam mengintegrasikan aktivitas bisnis dari sektor hulu hingga hilir.
Pengelolaan operasi yang tepat menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah dan mempertahankan keberlanjutan usaha.
Tidak hanya memperluas wawasan mengenai proses industri, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa mengembangkan keterampilan analitis, kemampuan observasi, serta pola pikir kritis dalam mengevaluasi berbagai keputusan operasional perusahaan.
Membangun Kompetensi Mahasiswa Agribisnis yang Adaptif terhadap Kebutuhan Industri
Kunjungan ke PT Yakult Indonesia Persada juga menjadi bagian dari upaya Program Studi Agribisnis FBiPK UB dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Melalui interaksi dengan lingkungan industri, mahasiswa dapat memperoleh gambaran mengenai kompetensi profesional yang dibutuhkan dalam pengelolaan perusahaan agribisnis modern, khususnya yang berkaitan dengan efisiensi operasional, pengendalian kualitas, inovasi proses, dan manajemen rantai pasok.
Pengalaman ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dinamika dunia kerja sekaligus membuka wawasan mengenai peluang pengembangan karier pada sektor industri pengolahan pangan dan agribisnis.
Lebih jauh, pembelajaran langsung di lingkungan perusahaan juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan pemahaman mengenai pentingnya kedisiplinan, ketelitian, koordinasi, serta penerapan standar kerja profesional dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi.
Komitmen FBiPK UB Mengembangkan Pembelajaran yang Relevan dengan Industri
Pelaksanaan Factory Visit ke Yakult Mojokerto mencerminkan komitmen FBiPK Universitas Brawijaya dalam memperkuat kualitas pembelajaran melalui integrasi antara pendidikan akademik dan praktik industri.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya pengembangan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga menekankan kemampuan mahasiswa dalam memahami persoalan nyata serta merumuskan solusi berdasarkan pendekatan ilmiah dan manajerial.
Melalui kegiatan praktik kerja lapang, mahasiswa diharapkan tidak sekadar memahami konsep manajemen operasional, tetapi juga mampu mengembangkan perspektif strategis mengenai pengelolaan perusahaan agribisnis yang produktif, efisien, inovatif, dan berdaya saing.
Ke depan, Program Studi Agribisnis FBiPK UB diharapkan terus memperluas implementasi pembelajaran berbasis industri sebagai langkah untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, kemampuan manajerial, serta kesiapan profesional dalam mendukung transformasi sektor agribisnis nasional.







