Malanginspirasi.com – Arsenal kini berada di ambang juara Premier League pertama mereka sejak 2004 setelah Manchester City gagal memangkas jarak di puncak klasemen. Hasil imbang dramatis 3-3 The Citizens kontra Everton pada Selasa (4/5/2026) dini hari WIB, membuat pasukan Mikel Arteta unggul lima poin dengan satu pertandingan lebih banyak.
Dengan hanya tiga laga tersisa, The Gunners leluasa menentukan nasib mereka sendiri. Kemenangan atas West Ham United (10 Mei), Burnley (18 Mei), dan Crystal Palace (24 Mei) hampir pasti akan mengantarkan trofi ke Emirates Stadium.
Sementara itu, Manchester City yang kini mengoleksi 71 poin dari 34 laga harus menyapu bersih empat pertandingan sisa mereka. Termasuk lawan Brentford, Crystal Palace, Bournemouth, dan Aston Villa, tentu sambil berharap Arsenal kehilangan poin secara signifikan.
Baca Juga:
Everton ‘Bantu’ Arsenal Tahan Man City, Ini Kata Pep Guardiola
Analisis Peluang
Secara matematis, Arsenal (76 poin, selisih gol +41) hanya butuh hasil konsisten untuk mencapai angka yang sulit dikejar City (71 poin, selisih gol +37. Bahkan jika Arsenal meraih tujuh poin dari sisa pertandingan, City harus memenangkan semua laga mereka untuk memaksa perhitungan tiebreaker, di mana Arsenal unggul goal difference.
Faktor Pendukung Arsenal:
- Jadwal relatif lebih ringan (Burnley sudah di zona degradasi, West Ham dan Palace sedang berjuang di papan tengah).
- Momentum positif setelah menang 3-0 atas Fulham.
- Skuad yang semakin matang di bawah Arteta, dengan kedalaman yang mampu mengatasi kelelahan dan rotasi (termasuk agenda UCL).
Tantangan bagi City:
- Jadwal lebih padat dengan empat laga, termasuk laga tandang ke Bournemouth.
- Kerapuhan pertahanan yang terlihat di Everton (kebobolan tiga gol).
- Tekanan mental sebagai pemburu di akhir musim.
Meski demikian, sepak bola selalu menyimpan kejutan. City memiliki pengalaman comeback epik di musim-musim sebelumnya. Sedangkan Arsenal pernah kehilangan keunggulan krusial di masa lalu. Cedera pemain kunci, faktor kelelahan, atau motivasi tim bawah bisa menjadi variabel penentu.









