Anggota Kongres AS Minta Penjelasan Presiden FIFA Soal Skandal Harga Tiket Piala Dunia 2026

Malanginspirasi.com – Anggota Kongres Amerika Serikat secara resmi meminta Presiden FIFA Gianni Infantino untuk memberikan penjelasan terkait kontroversi harga tiket Piala Dunia 2026. Surat tuntutan transparansi ini dilayangkan menyusul maraknya kritik publik atas harga tiket yang dianggap tidak masuk akal dan praktik penjualan yang dianggap menyesatkan.

Beberapa anggota Kongres, terutama dari Partai Demokrat seperti Sydney Kamlager-Dove (California) yang konstituennya meliputi Los Angeles, tempat beberapa pertandingan, menilai penjualan tiket harganya tidak masuk akal. Bahkan menuding perilaku federasi sepak bola dunia tersebut tak ubahnya mafia seperti di film-film Godfather.

Anggota Kongres lainnya, Rep. Nellie Pou dan Rep. Frank Pallone Jr. dari New Jersey, mengirimkan surat resmi kepada Infantino. Mereka menyatakan keprihatinan mendalam atas penggunaan dynamic pricing dan perubahan kategori kursi secara sepihak. Juga dugaan praktik yang membuat tiket sulit diakses oleh penggemar kelas menengah.

Harga tiket kategori premium untuk final di MetLife Stadium, New Jersey, sempat mencapai ribuan dolar AS. Tak sedikit pula tiket yang kemudian dijual kembali di pasar resmi hingga mencapai 2,3 juta dolar per tiket.

Banyak fans bola mengeluh merasa ditipu. Ini karena peta stadion yang berubah dan kursi yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan saat pembelian.

Sebelumnya, Jaksa Agung New York Letitia James dan Jaksa Agung New Jersey Jennifer Davenport juga telah mengeluarkan subpoena resmi kepada FIFA sebagai bagian dari investigasi bersama. Mereka menyelidiki apakah FIFA telah melanggar perlindungan konsumen melalui praktik penjualan yang tidak transparan.

Berita Terkait:

Jaksa Agung AS Selidiki FIFA Terkait Harga Tiket yang Gila-Gilaan

Infantino membela kebijakan FIFA dengan menyatakan bahwa harga mengikuti “market rates” di Amerika Serikat, di mana harga hiburan memang tinggi. Ia juga menunjukkan permintaan tiket yang mencapai ratusan juta sebagai bukti popularitas turnamen.

Kontroversi ini semakin memanas menjelang kick-off Piala Dunia 2026 yang akan digelar bersama di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Surat dari Kongres dan investigasi jaksa agung berpotensi menambah tekanan hukum dan politik terhadap FIFA serta kepemimpinan Infantino.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *