Happy Ending Grup F Piala Dunia FIFA 2026: Swedia Paling Bahagia, Calon Lawan Jepang dan Belanda Ngeri

Malanginspirasi.com – Matchday pamungkas Grup F Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung di Kansas City baru saja usai dan melahirkan drama serta catatan sejarah baru.

Belanda sukses mengunci status juara grup setelah menumbangkan Tunisia dengan skor meyakinkan 3-1.

Sementara di laga lain, duel sengit antara Jepang dan Swedia berakhir imbang 1-1.

Hasil-hasil ini memastikan langkah Belanda, Jepang, dan Swedia untuk melaju ke babak 32 besar.

Berakhirnya laga di Grup F ini juga menandai sebuah torehan emas dalam sejarah sepak bola dimana Piala Dunia 2026 sejauh ini telah menghasilkan total 172 gol, menyamai rekor gol terbanyak sepanjang masa yang tercipta pada Piala Dunia 2022.

Belanda Perkasa, Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan

Sempat diwarnai kekhawatiran akibat peringatan cuaca buruk sebelum laga, pertandingan akhirnya tetap digelar tepat waktu di bawah guyuran hujan deras.

Belanda tampil sangat dominan sejak peluit pertama dibunyikan.

Skuad De Oranje total melepaskan 20 tembakan, dengan 12 di antaranya tercipta di babak pertama.

Meski Tunisia memberikan perlawanan lewat serangan balik yang dimotori Anis Ben Slimane, kelas Belanda masih terlalu tangguh.

Baca Juga:

Koki Ogawa, Pemain NEC Nijmegen yang Pupuskan Harapan Belanda Raih Poin Penuh

Cek Sederet Fakta Menarik dalam Pertandingan Jepang vs Tunisia, Nomor 6 Bikin Miris

Kemenangan 3-1 atas Tunisia ini memperpanjang rekor fantastis Belanda yang tak terkalahkan dalam 15 pertandingan terakhir mereka di Piala Dunia yakni 9 menang, 5 seri tapi tidak termasuk adu penalti.

Ini merupakan rekor laju tak terkalahkan terpanjang yang pernah dicapai oleh negara mana pun dalam sejarah turnamen.

Pada abad ini, Belanda tercatat hanya menelan dua kekalahan dari 25 laga Piala Dunia, yaitu saat tumbang dari Portugal di babak 16 besar tahun 2006 (0-1) dan di final 2010 melawan Spanyol (0-1).

Akhir Tragis bagi Tunisia

Bagi Tunisia, kekalahan ini menutup kampanye Piala Dunia yang berakhir miris.

Mereka terpaksa angkat koper dari turnamen setelah sebelumnya sempat memecat sang manajer akibat kekalahan telak 5-1 dari Swedia di laga pembuka.

Meskipun ini disebut-sebut sebagai performa terbaik Tunisia sepanjang turnamen berkat pertahanan solid yang digalang Skhiri, perbedaan kualitas di atas lapangan tidak bisa bohong. Belanda tetap melenggang mudah ke fase gugur.

Ekspresi Kontras di Kubu Swedia

Di pertandingan lain, hasil imbang 1-1 melawan Jepang sudah cukup bagi Swedia untuk mengamankan tiket babak 32 besar lewat jalur salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik.

Pemandangan menarik terlihat di akhir laga.

Pelatih Swedia, Graham Potter, tampak berpelukan erat dengan staf kepelatihannya untuk merayakan kelolosan dramatis ini.

Namun, atmosfer berbeda ditunjukkan sang penyerang sayap, Anthony Elanga yang  tertangkap kamera menghentakkan kakinya ke lapangan dengan raut wajah kecewa.

Elanga tampaknya tidak puas dengan hasil seri dan sangat ambisius untuk memenangkan laga tersebut.

Dengan hasil akhir klasemen Grup F, Jepang akan melawan Brasil pada 29 Juni, sedangkan Belanda bakal bertarung melawan Maroko keesokan harinya.

Calon kuat lawan Swedia adalah Prancis meski hal ini masih akan ditentukan kepastiannya beberapa hari kemudian.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *