Galau, Suporter Liverpool Pertanyakan Rencana FSG Jual 30% Saham Klub ke Konsorsium Amit Bhatia

Bola10 views

Malanginspirasi.com – Serikat suporter Liverpool, Spirit of Shankly (SOS), mempertanyakan rencana Fenway Sports Group (FSG) menjual sekitar 30% saham klub ke konsorsium yang dipimpin pengusaha asal India-Inggris, Amit Bhatia. Mereka khawatir para pemilik saham baru lebih fokus pada kepentingan bisnis ketimbang kepentingan jangka panjang klub dan suporter.

Dalam pernyataan yang diterbitkan di situs resmi mereka pada 11 Agustus 2026, SOS mengungkapkan telah mengirim surat kepada manajemen Liverpool pada akhir Juli. Surat tersebut dikirim segera setelah muncul laporan awal mengenai kemungkinan penjualan saham minoritas.

Surat tersebut meminta kejelasan soal sejumlah hal penting. Kapan proses penjualan diperkirakan selesai, apa yang akan diperoleh pembeli (kursi di dewan direksi, tingkat keterlibatan dalam pengambilan keputusan di dalam dan luar lapangan, dividen, atau imbal hasil keuangan lainnya), apakah transaksi ini merupakan bagian dari penjualan lebih luas atau hanya sekali, alasan FSG mempertimbangkan langkah tersebut, serta proses due diligence terhadap calon investor, termasuk rencana, motif pembelian, dan rekam jejak mereka di dunia olahraga atau bisnis.


SOS juga meminta pertemuan dengan pihak klub. Mereka mengingatkan bahwa kepemilikan dan pengelolaan Liverpool Football Club sangat krusial. Hal ini berkaca pada sejarah FSG yang mengambil alih klub pada 2010 setelah masa kepemilikan Tom Hicks dan George Gillett yang bermasalah.

“Kepemilikan dan custodianship klub kami adalah hal yang sangat mendasar bagi SOS dan seluruh suporter,” tulis mereka.

Laporan terbaru mengenai rencana penjualan 30 persen saham kepada konsorsium yang melibatkan Amit Bhatia (menantu magnat baja Lakshmi Mittal), serta kemungkinan partisipasi Jeff Bezos dan Eduardo Saverin, dinilai signifikan.

Berita Terkait:

Amit Bhatia Pimpin Konsorsium Beli Saham Minoritas Liverpool, Jeff Bezos Diajak Gabung

SOS menegaskan bahwa mereka telah menyaksikan penjualan saham serupa di sejumlah klub lain yang berujung pada perubahan besar-besaran dalam pengelolaan klub dan operasional sepak bola. Perubahan itu sering kali menghasilkan keputusan serta perilaku yang tidak ingin dialami suporter Liverpool di Anfield.

Pihak klub merespons bahwa apabila proses menjadi lebih formal, mereka bersedia bertemu dengan Supporters Board.

Hingga saat ini, SOS menyatakan belum menerima informasi lebih lanjut dan akan terus menginformasikan ke anggota mereka.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *