Portugal Bertekad Menang atas Kroasia untuk Membawa Kenangan Bersama Diogo Jota

Malanginspirasi.com –  Kenangan bersama Diogo Jota akan selalu bersama Ruben Neves dan anggota tim nasional Portugal lainnya jelang laga lawan Kroasia, tepat setahun setelah ia meninggal dunia.

“Saya masih berkomunikasi dengannya,” kata Neves yang memang paling dekat dengan Jota kerena mereka pernah berada di Porto, Wolves, dan Portugal.

Jota, saat masih bermain untuk Liverpool, meninggal dalam kecelakaan mobil di Spanyol, 11 hari setelah menikahi kekasih yang sudah ia kenal sejak remaja, Rute Cardoso.

Saudaranya, Andre Silva, juga tewas dalam kecelakaan pada 3 Juli 2025.

Jota, 28, sedang dalam perjalanan kembali ke Liverpool untuk pramusim ketika mobilnya, sebuah Lamborghini, keluar dari jalan karena ban meledak saat menyalip kendaraan lain.

Ia melakukan perjalanan ke Inggris dengan mobil dan feri karena dokter  menyarankannya tidak terbang karena ia telah menjalani operasi kecil.

Jota sempat  merayakan kemenangan gelar Liga Premier dua bulan sebelumnya.

“Hanya sedikit orang yang tahu ini,” kata Neves, yang mengenakan nomor punggung 21 milik Jota di Piala Dunia, kepada acara TV Portugal, Alta Definicao.

Pemakaman Jota dan saudara laki-lakinya diadakan di Gondomar, di pinggiran Porto, pada 5 Juli 2025.

Neves membawa peti mati Jota ke dalam gereja, hanya beberapa jam setelah berkompetisi dengan Al Hilal diPiala Dunia Antarklub di Amerika Serikat.

Sejak saat itu, gelandang tersebut membuat tato di betis kirinya yang menggambarkan dirinya memeluk Jota, yang mengenakan kaus Portugal 21 bertuliskan ‘Diogo J’.

“Saya dan seluruh tim nasional akan melakukan segala yang kami bisa untuk mempertahankan Diogo di sini bersama kami, di tim kami,” tambah Neves.

“Hari setelah berita itu, bagi saya, adalah hari tersulit dalam hidup saya. Aspek terpenting bagi saya untuk bisa bermain adalah keinginan untuk bermain demi Diogo terlebih dahulu,” lanjut dia.

Tato di betis pesepakbola Ruben Neves menunjukkan dia memeluk mantan rekan setimnya di Porto, Wolves, dan Portugal itu.

Pertandingan Lawan Kroasia Tepat Setahun Setelah Kematian Jota

Satu tahun setelah kematiannya, Portugal akan bermain melawan Kroasia di Toronto, jumat 3 Juli pukul 06:00 WIB.

Pertandingan ini menjanjikan momen yang sangat emosional bagi pelatih kepala Roberto Martinez, para pemain dan stafnya, serta ribuan penggemar Portugal yang membanjiri kota Kanada untuk pertandingan tersebut.

“Diogo adalah matahari dan cahaya kami. Kami ingin memenangkan Piala Dunia untuknya,” kata Martinez yang mengatakan bahwa impian Diogo adalah bermain di Piala Dunia.

“Saat kami berlatih, selalu ada momen-momen ketika Diogo kembali terlintas dalam ingatan kami,” lanjut dia.

“Denganmu di sisi kami, segalanya mungkin.” “Terima kasih, Portugal!” tulis Jota di media sosial setelah mereka mengalahkan Spanyol untuk memenangkan Nations League di Stuttgart sebulan sebelum kematiannya.

Ia menjadi simbol harapan dan inspirasi di tanah airnya setelah meninggalkan klub kampung halamannya Gondomar, lalu ke Pacos de Ferreira, kemudian ke Porto, Wolverhampton, dan akhirnya Liverpool.

Perjalanan Jota menuju ketenaran disorot sebagai kasus langka seorang pesepakbola elit Portugal yang tidak pernah menghabiskan waktu di salah satu dari tiga akademi besar yakni Benfica, Sporting, dan Porto.

Sama seperti di Liverpool, kematiannya telah memberikan dampak mendalam pada tim nasional, di mana ia mencetak 14 gol dalam 49 penampilan.

Baca Juga:

Main Impresif, Kongo Tahan Portugal 1-1

Liverpool Merilis Gambar Monumen Kenang Diogo Jota

Sementara para penggemar datang ke pertandingan Portugal dengan mengenakan kaus bertuliskan nama Jota di bagian belakang, para pemain termasuk kapten Cristiano Ronaldo mengenakan gelang khusus selama pertandingan sebagai penghormatan.

Gelang berwarna hijau dan merah Portugal tersebut merupakan hadiah dari Perdana Menteri Luis Montenegro dan memuat nama semua anggota skuad bersama dengan nama Jota.

“Kisah gelang ini adalah, ketika kami bertemu dengan perdana menteri, beliau menawarkan gelang ini kepada kami,” kata gelandang Vitinha.

Vitinha tampil dalam pertandingan pembuka grup melawan DR Congo di Houston pada 17 Juni.

Orang tua Jota, Joaquim dan Isabel, hadir sebagai tamu, dan menyeka air mata di tribun selama penghormatan emosional untuk putra-putra mereka.

“Mewakili Portugal di turnamen ini adalah mimpi yang dipupuk Diogo bersama semua orang yang mencintainya,” tulis presiden FIFA Gianni Infantino di media sosial, setelah bertemu pasangan tersebut.

Portugal kesulitan tampil maksimal di turnamen ini, hanya memenangkan satu dari tiga pertandingan grup mereka.

Namun, juara Eropa 2016 ini akan melaju ke babak 16 besar melawan Spanyol atau Austria jika mereka mengalahkan Kroasia.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *