Malanginspirasi.com – Film horor psikologis ‘Perumahan Laddaland; resmi tayang di bioskop Indonesia mulai Kamis, 13 Agustus 2026. Diproduksi MD Pictures dan digarap sutradara Awi Suryadi, film ini merupakan adaptasi resmi dari ‘Ladda Land’ (2011), karya Sophon Sakdaphisit yang sempat menjadi salah satu film horor Thailand paling sukses.
Cerita berpusat pada Tomy (Andri Mashadi). Seorang kepala keluarga yang nekat mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) demi membeli hunian impian di kompleks perumahan mewah bernama Laddaland.
Ia berharap bisa memberikan kehidupan yang lebih nyaman bagi istrinya, Melisa (Titi Kamal), serta kedua anak mereka, Tania (Anantya Kirana) dan Elfyn (Shakeel Fauzi Aisy).
Awalnya, keluarga itu bahagia menempati rumah baru yang indah dan nyaman. Namun kebahagiaan itu segera berubah menjadi mimpi buruk.
Tak lama setelah pindah, Eneng, asisten rumah tangga mereka, ditemukan tewas secara mengerikan. Sejak saat itu, serangkaian kejadian aneh dan menakutkan mulai menghantui keluarga Tomy.
Bisikan misterius, penampakan mengerikan, tetangga yang mencurigakan, hingga rahasia kelam di balik kompleks perumahan tersebut perlahan mengancam kewarasan dan keselamatan mereka.
Baca Juga:
8 Rekomendasi Film Horor Psikologis yang Mengganggu Pikiran
Awi Suryadi, yang sebelumnya sukses dengan ‘KKN di Desa Penari’ dan serial ‘Danur’, mengaku membuat beberapa penyesuaian. Hal ini agar cerita lebih relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.
Latar waktu dibuat lebih modern dibanding versi Thailand 2011. Beberapa karakter, termasuk asisten rumah tangga dan tetangga, juga dikembangkan lebih dalam agar penonton lebih mengenal mereka.
Naskah digarap Lele Laila, sementara Manoj Punjabi bertindak sebagai produser.
Selain empat pemain utama, film ini juga dibintangi Delia Husein, Aufa Assagaf, Laras Sardi, Raffan Al Aryan, Adjis Doa Ibu, Arief Didu, Sarah Tumiwa, dan sejumlah aktor pendukung lainnya.
Durasi film sekitar 99 menit dengan rating dewasa.
Film ‘Perumahan Laddaland’ akan tayang di seluruh bioskop Indonesia, termasuk Cinema XXI, CGV, dan Cinepolis.







