Malanginspirasi.com – Para petinggi sepak bola Prancis mengusulkan upaya untuk mengubah tata kelola FIFA setelah asosiasi nasional mereka menjadi pihak terbaru yang menarik dukungan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino.
Pada hari Kamis, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengikuti langkah Inggris, Italia, Republik Irlandia, dan Skotlandia dalam menarik dukungan bagi Infantino.
Langkah ini diambil menyusul rencana Infantino—yang akhirnya dibatalkan—untuk menjual saham kompetisi FIFA (termasuk Piala Dunia) kepada investor swasta.
Sebelumnya, FFF telah menyatakan dukungannya kepada Infantino pada bulan Juni, tepat sebelum usulan investasi tersebut mencuat ke publik.
Rencana Infantino memicu kecaman global; badan sepak bola Eropa, UEFA, bahkan mengancam akan memboikot seluruh kompetisi FIFA.
UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan badan sepak bola Amerika Utara (Concacaf) telah mendesak Infantino untuk mundur, meskipun ia masih mendapat dukungan dari Conmebol (Amerika Selatan) dan CAF (Afrika).
FIFA telah mengonfirmasi bahwa Infantino akan mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat dalam pemilihan presiden FIFA pada bulan Maret mendatang.
“Sebuah proyek yang berdampak begitu besar terhadap masa depan sepak bola tidak dapat dirancang tanpa informasi yang komprehensif, konsultasi mendalam, dan proses pengambilan keputusan yang sepenuhnya transparan,” ujar Presiden FFF, Philippe Diallo, dalam sebuah pernyataan.
“Tata kelola FIFA tidak memenuhi standar yang seharusnya dijunjung oleh dunia sepak bola,” begitu lanjutan pernyataan tersebut.
Baca Juga:
Presiden FIFA Gianni Infantino Tetap Mencalonkan Diri Kembali dalam Pemilihan Bulan Maret 2027
Meskipun Infantino telah membatalkan usulannya, FFF menyatakan bahwa masalah tata kelola FIFA belum bisa dianggap tuntas.
FFF berkomitmen untuk memulai konsultasi dengan berbagai konfederasi, asosiasi nasional, pemain, suporter, dan pakar tata kelola mengenai reformasi FIFA.
“Tujuan konsultasi ini adalah untuk mendorong refleksi bersama dan menyusun usulan transformasi menyeluruh terhadap tata kelola FIFA, demi memulihkan kepercayaan, meningkatkan transparansi, serta menjamin independensi dan integritas badan sepak bola dunia tersebut,” ungkap FFF.
“Sebagai salah satu anggota pendiri FIFA, FFF bermaksud untuk berkontribusi dalam diskusi yang sangat penting bagi masa depan sepak bola, regulasinya, maupun perkembangannya.”







