Sederet Rekor Bournemouth dalam Kemenangan Tiga Gol Tanpa Balas atas AC Milan

Bola13 views

Malanginspirasi.com – AFC Bournemouth mencatat kemenangan bersejarah setelah menaklukkan AC Milan dengan skor telak 3-0 dalam laga Liga Europa, Jumat (23/10/2026) dini hari.

Hasil tersebut membawa The Cherries mengulang pencapaian Sunderland yang terakhir kali ditorehkan 53 tahun silam.

Bermain di hadapan pendukung sendiri di Vitality Stadium, Bournemouth tampil impresif saat menjamu klub Italia yang telah lima kali menjuarai kompetisi antarklub elite Eropa.

Kemenangan ini sekaligus melanjutkan tren positif Bournemouth setelah sebelumnya mengalahkan Real Sociedad dan Sturm Graz pada dua pertandingan awal fase liga.

Bournemouth menjadi klub Inggris pertama dalam 53 tahun terakhir yang mampu memenangi tiga pertandingan pertama dalam kampanye debutnya di kompetisi antarklub utama Eropa.

Pencapaian serupa sebelumnya dibukukan Sunderland pada 1973.

Ketika itu, The Black Cats mengalahkan Vasas dalam dua pertemuan pada babak pertama Piala Winners Eropa, sebelum menundukkan Sporting Lisbon dengan skor 2-1 di kandang sendiri.

Namun, Sunderland gagal mempertahankan tren kemenangan tersebut setelah kalah 0-2 pada leg kedua melawan Sporting Lisbon.

Bournemouth kini memiliki kesempatan untuk melampaui pencapaian pendahulunya.

Mereka dijadwalkan bertandang ke markas Sparta Praha pada 5 November mendatang dalam lanjutan kompetisi Eropa.

Jika kembali meraih kemenangan, Bournemouth akan semakin memperkuat catatan impresif mereka dalam penampilan perdana di kompetisi tersebut.

Marco Rose Puji Penampilan Anak Asuhnya

Pelatih Bournemouth, Marco Rose, menyambut gembira kemenangan besar atas AC Milan.

Ia menyebut pertandingan tersebut sebagai malam istimewa bagi klub, para pemain, dan pendukung Bournemouth.

“Ini malam yang besar bagi kami. Saya bahagia untuk klub, terutama para penggemar, dan sangat bangga kepada para pemain saya,” ujar Rose kepada wartawan seusai pertandingan.

Rose juga memuji penampilan timnya yang dinilai mampu bermain konsisten sejak menit awal hingga peluit akhir.

“Cara mereka melakukannya sungguh luar biasa. Sejak menit pertama hingga menit terakhir, kami memainkan pertandingan yang sangat bagus,” katanya.

Menurut Rose, Bournemouth sebenarnya sudah menunjukkan permainan positif ketika kedua tim masih sama-sama bermain dengan 11 pemain.

Timnya mampu memberikan tekanan kepada Milan dan mendapatkan hadiah penalti sebelum kartu merah mengubah jalannya pertandingan.

“Bahkan ketika kedua tim masih bermain dengan 11 pemain, kami memulai pertandingan dengan baik dan memberikan tekanan kepada mereka. Kami mendapatkan satu penalti. Kemudian, kartu merah mengubah jalannya pertandingan,” jelasnya.

Rose mengakui bahwa situasi unggul jumlah pemain terkadang justru bisa menimbulkan kesulitan bagi sebuah tim.

Namun, Bournemouth mampu mengelola keadaan dengan baik, seperti ketika menghadapi Sunderland pada pertandingan sebelumnya.

“Kami tidak memberikan apa pun kepada mereka,” tegas Rose.

Ia menambahkan, Bournemouth harus tetap rendah hati meskipun telah menunjukkan kemampuan bersaing dengan klub-klub besar.

“Kami tahu bahwa kami tim yang bagus. Kami tahu bahwa ketika seluruh pemain tersedia, kami bisa bersaing dengan siapa pun dan di mana pun. Namun, musim masih panjang,” ujarnya.

Bournemouth Bidik Konsistensi di Liga Inggris

Kemenangan atas AC Milan juga memperpanjang catatan positif Bournemouth saat bermain di kandang. Tim asuhan Rose tersebut telah membukukan tiga kemenangan kandang secara beruntun tanpa kebobolan.

Rose kini berharap anak asuhnya mampu mempertahankan performa tersebut saat menjalani pertandingan tandang.

Bournemouth selanjutnya akan menghadapi Manchester United di Old Trafford pada Minggu (25/10/2026) dalam lanjutan Premier League.

Laga melawan Manchester United akan menjadi ujian berikutnya bagi Bournemouth untuk membuktikan bahwa performa impresif mereka di kompetisi Eropa dapat berlanjut di pentas domestik.

Justin Kluivert membuka keunggulan Bournemouth pada menit ketujuh melalui titik penalti. Wasit menunjuk titik putih setelah Koni De Winter dinilai melakukan handball di area terlarang.

Baca Juga:

Ruben Amorim Ogah Komentari MU, Fokus Menangkan Laga Berat Bournemouth vs AC Milan

Situasi semakin menguntungkan tuan rumah ketika kiper AC Milan, Mike Maignan, diganjar kartu merah.

Maignan dianggap melakukan pelanggaran terhadap Tyler Adams dengan mendorong wajah pemain Bournemouth tersebut sesaat setelah tendangan sudut dilakukan.

Pelanggaran itu tidak hanya membuat Milan harus bermain dengan 10 orang, tetapi juga memberikan penalti kedua bagi Bournemouth.

Marcus Tavernier yang mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor sukses menggandakan keunggulan tuan rumah. Bournemouth kemudian memastikan kemenangan 3-0 melalui gol tendangan bebas Amine Adli pada menit ke-84. Pemain pengganti tersebut melepaskan tembakan yang tak mampu dihentikan barisan pertahanan Milan.

Hasil ini menjadi salah satu kemenangan paling berkesan sepanjang sejarah klub yang telah berusia 127 tahun tersebut.

 

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *