Malanginspirasi.com – Produser Indonesia-Australia Intan Kieflie akan menghadirkan serangkaian film bergenre horor di Pasar Film Cannes melalui perusahaannya, Kraken Entertainment dan Anak Negeri Films, termasuk peluncuran perdana “Ibu: Mother of the Lost.”
Film ini adalah proyek horor bilingual bertema keibuan yang sedang dalam tahap pra-produksi dengan talenta termasuk Yayan Ruhian dan Christine Hakim.
Kieflie beroperasi di antara Jakarta dan Melbourne dan memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman di industri perfilman Indonesia dan Australia.
Presentasinya di Cannes terstruktur di sekitar tiga pilar: film horor supernatural yang telah selesai, “Sukma,” dari sutradara-aktor Baim Wong; film horor ritual yang siap dirilis, “Ritual Gaib: Nyai Randasura”; dan “Ibu.”
“Ini bukan hanya tentang menjual satu film tapi ini tentang membangun jalur.,” kata Kieflie.
“Produser Indonesia memiliki cerita yang kuat, tetapi pasar internasional perlu memahami bagaimana membacanya, bagaimana memposisikannya, dan ke mana film-film tersebut dapat dipasarkan,”lanjutnya.
“Ritual Gaib: Nyai Randasura” menjadi inti dari waralaba horor yang lebih luas bernama “The Black Ritual Universe,” sebuah properti multi-platform yang dibangun di atas film, buku, podcast video, dan konten dokumenter.
Baca Juga:
‘Tumbal Proyek’, Film Horor Tentang Mitos Gelap di Proyek Pembangunan
‘Ibu’, yang juga terhubung dengan alam semesta tersebut, mengikuti kisah seorang ibu yang berduka bernama Dewi yang mengasingkan diri ke sebuah properti tepi danau yang bobrok yang ingin ia ubah menjadi panti asuhan.
Namun begitu sampai di sana, ia menemukan dua anak yang sudah meninggal tinggal di sana dan memanggilnya dengan nama yang menjadi judul film tersebut.
Proyek ini sedang dikembangkan dalam bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, dengan para pemerannya termasuk Alexander Wraith dan Kieflie sendiri. Film ini dibawa ke Cannes untuk produksi bersama, investasi, mitra strategis, dan pra-penjualan.
“Dengan ‘Ibu,’ kami membangun film horor yang tidak hanya menakutkan orang,” kata Kieflie. “Film ini pertama-tama menghancurkan hati Anda, lalu membiarkan kengerian tumbuh dari luka itu.”
Kieflie mendirikan Anak Negeri Films di Indonesia dan Kraken Entertainment di Australia.
Tujuannya menciptakan jalur internasional yang lebih langsung untuk sinema genre Indonesia.
Jalur ini mengurangi ketergantungan pada perantara luar negeri yang secara historis memperkenalkan judul-judul Indonesia kepada pembeli global setelah kesuksesan domestik.
Daftar film Cannes menargetkan pembeli di seluruh Amerika Utara, Eropa, Inggris/Irlandia, Australia/Selandia Baru, Asia Tenggara, Timur Tengah dan Afrika Utara, Amerika Latin, dan Rusia/CIS.
“Indonesia tidak kekurangan cerita. Setiap pulau memiliki ketakutan, ritual, hantu, dan kebenaran emosionalnya sendiri,” tambah Kieflie
Ia katakan kesempatan sekarang adalah membawa cerita-cerita itu kepada mitra global yang tepat dengan kemasan yang tepat, strategi yang tepat, dan rasa hormat yang tepat terhadap asal-usulnya.







