Malanginspirasi.com – Para Ksatrya Dhamysoga dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 membanggakan sekolah setelah menyabet 7 penghargaan sekaligus pada Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) 2026.
Tujuh penghargaan tersebut termasuk Juara 1 Gitar Solo, Juara 1 Kreativitas Musik Tradisional, Juara 1 Cipta Lagu, Juara 1 Monolog, Juara Harapan 1 Tari Kreasi, Juara Harapan 1 Menyanyi Solo Putra, Juara Harapan 2 Komik Digital.
Ksatrya Dhamysoga adalah sebutan bagi para pemenang yang selama ini telah berlatih keras dengan bimbingan para guru.
Wakil Kepala Sekolah (Waka) bagian Kesiswaan, Guruh Salafi, S. Fil, M. Pd, M. Pd. mengungkapkan bahwa persiapan mengikuti FLS3N sebenarnya sudah dilakukan secara rutin setiap awal tahun ajaran.

“Bahkan tahun ini SMA Negeri 5 telah membentuk School of Achievement Center (SAC) atau pusat prestasi sekolah yang mengkoordinasikan berbagai bidang lomba,” katanya kepada wartawan Malang Inspirasi.
Baca Juga:
Perayaan Hari Kartini di SMA Taman Harapan Malang Jadi Bermakna, Ini Alasannya
SAC, kata Guruh, terdiri dari kepanitiaan guru-guru yang membidangi masing-masing bidang, seperti sains, sosial humaniora, olahraga, dan seni.
Guru Pendidikan Agama Islam ini mengatakan bahwa persiapan FLS3N 2026 secara khusus mulai sejak akhir Januari 2026.
Sekolah langsung membentuk Tim Pemenangan FLS3N yang terdiri dari guru dan karyawan sesuai kompetensi masing-masing cabang lomba.
“Setelah itu dilakukan pemilihan siswa yang akan mewakili,kemudian penjaringan bakat, lalu pembinaan, hingga pembinaan intensif menjelang hari pelaksanaan,” jelasnya.
Sekolah memberikan keleluasaan waktu dan tempat untuk latihan terutama seminggu sebelum hari H.
“Kita memberi kesempatan mereka seperti dispensasi dan juga pentas bersama tiga kali untuk persiapan. Sekolah menyediakan pelatih dari luar untuk cabang-cabang tertentu,”terang Guruh.

Pembinaan Seni di SMAN 5 Malang
Guruh menjelaskan bahwa pembinaan seni di sekolah dilakukan lewat dua jalur.
“Yang pertama adalah berbasis kelas yakni Seni Rupa dan Seni Tari karena memang diajarkan di SMA 5. Sedangkan yang kedua adalah berbasis ekstrakurikuler yakni Band, Sentra Tari (Peta), Sentra Musik Tradisional (Karsa), dan Teater,” lanjutnya.
Menurutnya, kelompok ekstrakurikuler ini rutin ditampilkan dalam berbagai event sekolah, sehingga siswa terus terasah dan siap tampil di ajang lebih tinggi.
“Di SMA 5 ini sebenarnya terdapat ekskul (ekstra kurikuler) terbanyak diantara sekolah lain, yakni 35 ekskul. Namun tinggal 21 ekskul karena ada program efisiensi dari pemerintah,” lanjutnya.
Tantangan Signifikan
“Meski berhasil meraih banyak prestasi, meskipun sekolah menghadapi dua tantangan utama. Tantangan pertama adalah pemilihan siswa karena sangat sulit memilih wakil sekolah karena banyak siswa yang berbakat,” jelasnya.
Tantangan kedua, lanjut Guruh, adalah efisiensi anggaran.
“Pemerintah menerapkan efisiensi anggaran, tidak ada sumbangan dari orang tua, sehingga banyak kebutuhan yang tidak tercover oleh dana BOS,” lanjutnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa ada beberapa lomba yang membutuhkan dana cukup besar.
“Seperti cipta lagu yang butuh dana lebih besar, baik itu untuk partitur dan aransemen. Sama juga monolog dan tari juga butuh aransemen dan sewa kostum dan sebagainya. Itu banyak pendanaannya,” katanya.
Meski demikian, kata Guruh, semangat siswa dan dukungan guru membuat semua tantangan dapat diatasi.
Prestasi gemilang Ksatrya Dhamysoga di FLS3N 2026 ini semakin memperkuat reputasi SMA Negeri 5 sebagai sekolah yang serius mengembangkan bakat seni siswanya.
“Kita berharap bisa melakukan pencapaian di tingkat lebih tinggi yaitu tingkat provinsi. Mudah-mudahan, syukur alhamdullilah jika nanti bisa mencapai tingkat nasional. dan juga target kita bisa mempetahankan di tahun berikutnya. Kalau perlu ditingkatkan lagi,” pungkas Guruh.







