Malanginspirasi.com – Film horor misteri ‘Bisikan Desa Gringsing: Whispers of Fatimah’ merilis video cuplikan resmi dan akan tayang di bioskop Indonesia pada 24 September, begitu kata ungkap produser Mandela Pictures dan Oceanus Media Global (OMG Studios).
Kisah ini berpusat pada Hesti, seorang wanita muda yang mencari ayahnya yang hilang.
Hesti terseret ke dalam teror yang mengelilingi arwah Fatimah yang gelisah, sosok yang konon telah menghantui desa terpencil Desa Gringsing selama beberapa generasi.
Cuplikan tersebut memperlihatkan Hesti (Aghniny Haque) saat ia berhadapan langsung untuk pertama kalinya dengan arwah Fatimah (Fatmah Nadhi).
Ivander Tedjasukmana menjadi sutradara dan penulis film produksi bersama tiga wilayah yang melibatkan Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
Film ini adalah salah satu film horor Indonesia pertama yang difilmkan menggunakan teknologi produksi virtual, dan menggunakan panggung volumetrik LED.
Alih-alih pengambilan gambar di lokasi atau layar hijau konvensional, produksi ini menggunakan dinding LED beresolusi tinggi yang menampilkan lingkungan digital fotorealistik secara real-time.
Hasilnya adalah jalan setapak berselimut kabut dan suasana supranatural dari desa angker Desa Gringsing.
“Merupakan suatu kehormatan untuk dipercayakan dengan proyek yang menggunakan teknologi produksi virtual,” kata Tedjasukmana.
Baginya mengerjakan ‘Bisikan Desa Gringsing’ menghadirkan tantangan baru.
“Tidak hanya bagi saya, tetapi juga bagi para pemain dan hampir setiap departemen yang terlibat. Untungnya, Mandela Pictures dan OMG Studios adalah tim yang luar biasa yang keahliannya memungkinkan kami untuk mengatasi setiap rintangan. Saya berharap penonton akan merasakan hasil dari upaya tersebut ketika mereka menonton film ini di bioskop,”kata dia.
Sementara itu, Aghniny Haque juga mengungkapkan perasaannya bergabung di film ini.
“Memerankan Hesti adalah pengalaman pertama saya bekerja dalam produksi virtual,” tambah Haque.
“Di satu sisi, hal ini sangat menarik karena beberapa lokasi dapat dibuat dalam satu panggung. Tetapi juga menuntut pendekatan akting yang sama sekali berbeda,” katanya.
Baca Juga:
Film ‘Sihir Tanah Kubur’, Ketika Mengosongkan Makam Berujung Petaka
Ia katakan sangat tertantang mengembangkan teknik baru dimana ia mengeksplorasi dimensi yang berbeda dari keahliannya.
Pemeran lain termasuk antara lain Surya Saputra, Kiki Narendra, Iskak Khivano, Hesti Putri, Nina Tamam, Iyang Darmawan, Akun Gege, dan Mian Tiara.
Saat ini, tahap pasca produksi kini memasuki tahap penutupan,
‘Bisikan Desa Gringsing’ akan tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada 24 September, diikuti dengan rilis di Malaysia, Singapura, Turki, dan Azerbaijan.
Produsernya adalah Manoj K. Samtani, Deepak M. Samtani, Lachman G. Samtani, Nick GC Tan, Chan Pui Yin dan Yogi Arifiandy.
Produksinya merupakan gabungan Infocomm Media Development Authority (IMDA) Singapura, Studios Film Office (SFO) dan Kementerian Kebudayaan Indonesia.
Tahap produksi virtual OMG Studios bertempat di Iskandar Malaysia Studios (IMS) di Johor, Malaysia, sebuah fasilitas yang didukung Khazanah Nasional.







