Malanginspirasi.com – Sutradara Indonesia Ariani Darmawan mengakhiri masa vakum 15 tahun dari dunia perfilman lewat film panjang perdananya, ‘Desember Jani’ atau ‘Jani Be Good’ yang akan tayang perdana secara global dalam kompetisi Asian Future di Tokyo International Film Festival ke-39.
Kisah ini berlatar waktu selama empat hari di bulan Desember dan mengikuti perjalanan empat perempuan dari tiga generasi.
Tokoh utamanya adalah Jani, remaja berusia 13 tahun yang merupakan anggota termuda di keluarga tersebut.
Perlahan, ia mulai memahami peran yang dijalani para perempuan di sekitarnya sembari belajar untuk menyuarakan pendapatnya sendiri.
Chempa Puteri berperan sebagai Jani, didampingi oleh Sigi Wimala sebagai Winnie, Hyori Mika sebagai Julia, dan Tutie Kirana sebagai sang nenek, Oma.
Darmawan sejak awal menginginkan Cyntha Hariadi untuk menulis skenarionya setelah membaca kumpulan cerita pendek karya penulis tersebut yang berjudul ‘Manifesto Flora’, ‘Desember Jani’ merupakan naskah film panjang pertama bagi Hariadi.
“Saat mulai memikirkan film ini, saya membayangkan hal-hal kecil yang terjadi di dalam rumah: percakapan, ketegangan, dan perasaan yang sering kali tak terungkapkan. Kami kemudian mengembangkan cerita ini bersama-sama selama tiga tahun. Menjadi seorang ibu juga mengubah cara pandang saya terhadap hubungan antara anak dan orang tua. Dari situlah, sosok Jani menjadi sudut pandang saya dalam melihat keempat karakter perempuan dari berbagai generasi ini, yang semuanya masih belajar untuk saling memahami,” ujar Darmawan.
Para perempuan yang tergabung dalam tim kreatif inti film ini juga berasal dari berbagai generasi.
Baca Juga:
Film ‘Memburu Pemangsa’, Ketika Investigasi Jurnalistik Berhadapan dengan Teror Iblis
Darmawan merupakan sosok terkemuka dalam dunia film pendek Indonesia pada akhir tahun 2000-an hingga awal 2010-an.
Film pendek karyanya tahun 2008, ‘Sugiharti Halim’, terpilih untuk berkompetisi di Clermont-Ferrand International Short Film Festival.
“Saat saya mengajak Ariani untuk kembali membuat film tiga tahun lalu, percakapan kami tidak dimulai dengan pembahasan genre atau jenis film apa yang ingin ia buat. Saya bertanya kepadanya tentang pengalaman paling luar biasa dalam hidupnya selama ia tidak membuat film. Jawabannya adalah menjadi seorang ibu. ‘Jani Be Good’ bermula dari percakapan sederhana itu. Bagi kami di Palari Films, film ini bukan sekadar tentang kembalinya seorang pembuat film setelah 15 tahun. Ini adalah tentang memberikan ruang bagi suara dan pengalaman perempuan dari berbagai generasi untuk bertemu dalam satu film,” kata produser Meiske Taurisia dari Palari Films.
Proyek ini dipresentasikan di Hong Kong Asia Film Financing Forum (HAF) pada bulan Maret tahun ini, sebelum terpilih untuk ditayangkan di Tokyo.
Setelah festival tersebut, ‘Desember Jani’ akan tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai 10 Desember.
Palari Films, yang didirikan pada tahun 2016 merupakan milik Taurisia dan Muhammad Zaidy.
Salah satu karya rumah produksi ini, ‘Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash’, berhasil memenangkan penghargaan Golden Leopard di Locarno Film Festival ke-74.
Karya-karya lainnya mencakup ‘Aruna & Lidahnya’, ‘Posesif’, ‘Ali & Ratu Ratu Queens’, ‘Dear David’ film orisinal Netflix ‘Borderless Fog’, serta ‘Sleep No More’ yang rilis tahun ini.







