Malanginspirasi.com – Rumah produksi Sinemaku Pictures bakal merilis film horor-kriminal-aksi terbaru bertajuk ‘Memburu Pemangsa’ pada 24 September 2026. Diarahkan oleh sutradara Umay Shahab, film ini menghadirkan kolaborasi investigasi jurnalistik berbalut konflik supernatural dan aksi yang menegangkan.
Alur Cerita
Empat jurnalis perempuan dari media Daily Wave News terjun menyelidiki kasus penculikan dan mutilasi anak di satu kawasan. Mereka adalah Agnes (Laura Basuki), Cia (Prilly Latuconsina), Brina (Taskya Namya), dan Anya (Yasamin Jasem).
Investigasi secara jurnalistik ini dilakukan keempatnya setelah sejumlah anak menghilang. Sebagian bahkan ditemukan dalam kondisi mengerikan. Dimutilasi.
Kisah memuncak saat Agnes, sang pemimpin redaksi yang skeptis terhadap hal ghaib pasca-kehilangan putrinya, menyaksikan langsung aksi penculikan seorang anak.
Bersama penyidik bernama Petra (Andri Mashadi), tim ini mendapati petunjuk yang mengarah pada sosok pemangsa yang diduga bekerja sama dengan kekuatan iblis.
Film memadukan investigasi kriminal dengan elemen horor dan aksi. Latar utama memanfaatkan pusat perbelanjaan terbengkalai yang sudah 13 tahun kosong, yang direnovasi khusus untuk keperluan syuting.
Selain empat pemeran utama, film ini juga dibintangi Rifnu Wikana, Septian Dwi Cahyo, Norman Akyuwen, Jordan Omar, Ruth Marini, dan Shareefa Daanish.
Naskah ditulis Rezy Junio (dengan co-writer), diproduseri Imam Salimy dan Umay Shahab.
Film ini menjadi debut Umay di genre horor-kriminal-aksi, sekaligus film horor-aksi pertama Laura Basuki dan film aksi pertama Prilly Latuconsina.
Baca Juga:
Film ‘Aplikasi Iblis’: Teror Digital, Cinta, dan Balas Dendam di Layar Lebar
Film Horor Psikologis ‘Perumahan Laddaland’, Rumah Impian Berubah Jadi Neraka
Tak Sekedar Hiburan
Selain sebagai tontonan, produksi film ini disertai kampanye kesadaran soal penculikan anak melalui situs memburupemangsa.com yang memuat informasi film, teori demonologi, dan saluran pengaduan.
Umay Shahab menyebut isu kekerasan dan eksploitasi anak menjadi motivasi utama. Tim produksi melakukan riset mendalam, termasuk berkonsultasi dengan pihak terkait perlindungan anak.
Dengan kata lain, film ‘Memburu Pemangsa’ hadir di tengah data kasus penculikan anak yang masih mencatat angka signifikan dalam beberapa tahun terakhir.








