Band Metal Demon Hunter Gugat Netflix soal Nama ‘KPop Demon Hunters’

Rock, Trending, Viral16 views

Malanginspirasi.com – Band metal asal Seattle, Demon Hunter, menggugat Netflix dan promotor konser AEG Presents atas dugaan pelanggaran merek dagang terkait film animasi hit ‘KPop Demon Hunters’ serta rencana tur konser globalnya.

Gugatan hukum tersebut diajukan pada 18 Agustus 2026 di Pengadilan Distrik Federal California Tengah melalui perusahaan band, Hyde Lane.

Dalam gugatannya, mereka menuduh Netflix, Netflix Studios, dan AEG Presents menyebabkan kebingungan yang nyata di kalangan konsumen.

Band yang sudah berkarya selama 25 tahun ini menilai perluasan ‘KPop Demon Hunters’ dari film yang rilis 2025, soundtrack, merchandise, hingga tur arena 150 kota yang dijadwalkan 2027, menciptakan “tumpang tindih total” dengan bisnis mereka. Musik rekaman, tur, dan merchandise.

Baca Juga: 

Gebrakan ‘KPop Demon Hunters’ Sebagai Film Animasi Terbaik Peraih Oscar 2026

Soundtrack ‘Kpop Demon Hunters’ Catat Sejarah di Grammy Awards

Demon Hunter, yang dibentuk tahun 2000 oleh dua bersaudara Ryan dan Don Clark, telah merilis 12 album studio (terbaru ‘There Was A Light Here’ pada September 2025) dan memiliki sekitar 350.000 pendengar bulanan di Spotify.

Band metal tersebut memiliki merek dagang “Demon Hunter” untuk musik dan merchandise sejak 2022, serta sedang merancang tur konser. Band berargumen bahwa penambahan kata “KPop” tidak cukup membedakan, karena istilah itu terlalu generik. Terlalu umum.

Mereka, dalam gugatannya, menyamakan situasinya seperti Netflix meluncurkan ‘KPop Metallica’ atau ‘KPop Black Sabbath’.

Sebagai bukti, band menyertakan email dari seorang ayah yang membeli tiket seharga US$500 untuk konser Demon Hunter di Albany, New York, dengan anggapan itu adalah pertunjukan ‘KPop Demon Hunters’ yang ramah anak untuk putri-putrinya yang baru berusia 5 dan 6 tahun.

Ada juga kontak dari produser acara televisi yang mengira band terkait dengan film tersebut, serta tag media sosial yang keliru. Band menyebut merek mereka kini menghadapi “krisis eksistensial”.

Karena itu Demon Hunter meminta pengadilan menghentikan penggunaan nama ‘KPop Demon Hunters’ untuk musik, pertunjukan langsung, dan merchandise, serta menuntut ganti rugi yang belum ditentukan, termasuk keuntungan Netflix, dan pengadilan juri.

Netflix Siap Bertarung di Pengadilan

Netflix tentu saja membantah mentah-mentah tuduhan tersebut. Bahkan layanan streaming terbesar di dunia itu siap menghadapi gugatan dan bertarung di pengadilan.

“Tuduhan-tuduhan ini tidak berdasar. Netflix telah menciptakan fenomena global pemenang Academy Award dengan ‘KPop Demon Hunters’ yang menginspirasi penggemar di seluruh dunia melalui musik, storytelling, dan karakter-karakternya yang kuat. Kami siap untuk membela perkara ini dengan keras,” demikian pernyataan resmi Neflix kepada media.

‘KPop Demon Hunters’ menjadi film original Netflix yang paling banyak ditonton sepanjang masa. Film itu juga meraih penghargaan Oscar dan Golden Globe, serta soundtrack-nya menghasilkan miliaran streaming.

Tur konser global bersama AEG Presents diumumkan Mei 2026 dan dijadwalkan dimulai 2027.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *