NewJeans Digugat Lagi, Single ‘ETA’ Dituntut Atas Dugaan Pelanggaran Hak Cipta Instrumen

Malanginspirasi.com – Grup K-pop NewJeans kembali “kesandung” ranah hukum. Kali ini, single hits mereka ‘ETA’ (rilis 2023) menjadi objek gugatan pelanggaran hak cipta di Amerika Serikat. Tuntutan tersebut menambah daftar panjang sengketa hukum yang melibatkan NewJeans, agensi ADOR, dan induk usaha HYBE, di tengah ketegangan internal yang belum sepenuhnya mereda.

Menurut laporan Billboard yang dirilis pada awal Juli 2026, gugatan ini diajukan oleh pencipta lagu atau pihak terkait yang mengklaim bahwa elemen instrumental pada ‘ETA’ diduga menjiplak trek sebelumnya.

Detail lengkap gugatan, termasuk identitas penggugat dan bukti kemiripan, masih menjadi perhatian publik, meski proses hukum baru memasuki tahap awal.

Kasus ini menyoroti kerapuhan perlindungan hak cipta di industri musik global, di mana akses materi demo dan proses produksi sering menjadi titik rawan.

‘ETA’ merupakan salah satu lagu andalan NewJeans dari mini album ‘Get Up’, yang sukses besar secara komersial dan digital. Single ini dikenal dengan beat catchy, lirik relatable tentang menunggu balasan pesan, serta konsep visual segar yang menjadi ciri khas grup.

Sayangnya, kesuksesan tersebut kini diwarnai tudingan bahwa bagian instrumentalnya memiliki kemiripan substansial dengan karya sebelumnya yang diklaim oleh penggugat.

Baca Juga: 

NewJeans Resmi Bersatu Lagi, Seluruh Member Lanjutkan Aktivitas di ADOR

Beberapa Kali Digugat

Ini bukan kali pertama NewJeans menghadapi tuduhan serupa. Sebelumnya, lagu ‘How Sweet’ (2024) juga digugat oleh empat penulis lagu Amerika atas dugaan menjiplak demo ‘One of a Kind’ yang sempat diajukan ke label.

ADOR dan HYBE konsisten membantah seluruh tuduhan plagiarisme. Mereka menyatakan akan membela diri secara hukum sambil menegaskan proses kreatif mereka transparan dan orisinal.

Kasus ‘ETA’ datang di saat NewJeans masih bergulat dengan dinamika internal pasca-konflik manajemen dengan mantan CEO ADOR Min Hee-jin. Sengketa kontrak, isu konsep grup dengan ILLIT, dan berbagai gugatan timbal balik telah memengaruhi aktivitas grup, meski beberapa anggota telah kembali ke ADOR.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *