Malanginspirasi.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat integrasi data lintas instansi sebagai bagian dari transformasi digital. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan ketenagakerjaan sekaligus mendukung penyusunan kebijakan berbasis data di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, dan era Society 5.0.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) Kemnaker, Anwar Sanusi, menekankan bahwa perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat menuntut birokrasi untuk lebih adaptif, inovatif, dan responsif.
“Perubahan dunia kerja berlangsung sangat cepat. Karena itu, birokrasi juga harus bergerak lebih adaptif, inovatif, dan responsif dalam memberikan pelayanan,” ujar Anwar dalam siaran pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (9/8/2026).
Upaya tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) melalui konsep Life Journey 2025–2029. Konsep ini mengintegrasikan layanan pemerintah berdasarkan siklus kehidupan masyarakat. Termasuk fase memasuki dunia kerja, agar pelayanan publik lebih terpadu dan berkelanjutan.
Platform SIAPKerja
Sebagai implementasinya, Kemnaker mengembangkan Sistem Informasi dan Aplikasi Pelayanan Ketenagakerjaan (SIAPKerja). Platform ini menjadi ekosistem digital yang menghubungkan pencari kerja, pemberi kerja, serta berbagai layanan ketenagakerjaan dalam satu sistem terintegrasi.
Menurut Anwar, SIAPKerja bukan sekadar aplikasi layanan, melainkan ekosistem yang menghimpun profil angkatan kerja dan profil perusahaan. Integrasi data yang terus diperluas membuat proses pelayanan lebih efisien sekaligus menghasilkan data ketenagakerjaan yang lebih komprehensif.
Saat ini SIAPKerja telah terhubung dengan sejumlah instansi, antara lain Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, BKPM, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian Komunikasi dan Digital, serta dinas ketenagakerjaan di daerah.
Berita Terkait:
Kemnaker Permudah Pengajuan Job Fair Lewat SIAPkerja
Kemnaker Fokus Empat Pilar Strategis Hadapi Transformasi Ketenagakerjaan 2026
Integrasi lintas instansi ini menjadi fondasi pembentukan Big Data Pasar Kerja. Data tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas job matching, menyediakan informasi pasar kerja yang lebih akurat, serta mendukung penyusunan kebijakan ketenagakerjaan berbasis bukti (evidence-based policy).
Selain itu, Kemnaker menjalin kerja sama dengan World Bank melalui proyek Labour Market Information and Skills System Transformation for Labour Market Flexibility. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan sistem informasi pasar kerja, peningkatan fleksibilitas tenaga kerja, dan pengembangan kualitas sumber daya manusia.
Transformasi digital di lingkungan Kemnaker bertumpu pada lima prinsip utama. Membangun digital mindset, memperkuat budaya kerja berbasis data, mengintegrasikan layanan lintas unit, menghadirkan pelayanan yang berorientasi pada masyarakat, serta mendorong inovasi secara berkelanjutan.
“Implementasi kelima prinsip tersebut diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pemerintah Digital (IPD) sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik di bidang ketenagakerjaan,” tutup Anwar.







