Malanginspirasi.com – Nama Mubarak Musa Thiik Madut saat ini tengah menjadi buah bibir di Asian Games 2026 di Jepang. Bukan karena prestasi tim voli putra Qatar, namun karena usianya yang masih sangat belia. Mubarak tercatat lahir pada 24 November 2012, alias masih berusia 13 tahun.
Dengan tinggi tubuh mencapai 210 cm, bocil kelahiran Luonyaker, Sudan Selatan, ini tampil di skuad senior Qatar. Ia bermain sebagai opposite atau outside hitter, posisi yang menuntut fisik dan teknik matang. Kehadirannya di lapangan langsung menarik perhatian penonton, media, dan lawan.
Mubarak bukan pemain baru di kancah internasional. Sebelum Asian Games, ia sudah menjadi perhatian di AVC Men’s Cup 2026 pada Juni lalu.
Di turnamen tersebut, ia mencetak 29 poin dalam lima laga, termasuk 15 poin lawan Chinese Taipei dan 13 poin kontra Korea Selatan. Efisiensi serangannya mencapai 48 persen, angka yang mengesankan untuk pemain seusianya.
Di Kejuaraan Asia (Asian Championship) September 2026 di Jepang, penampilannya semakin menyedot perhatian. Dalam tiga pertandingan, ia mengumpulkan 40 poin. Puncaknya terjadi saat Qatar menghadapi Korea Selatan: 17 poin (15 serangan, 1 blok, 1 ace) dengan efektivitas serangan di atas 68 persen.
Media internasional, termasuk L’Équipe dan The Peninsula Qatar, menyebutnya “fenomena baru” voli dunia.
Tak hanya voli indoor, Mubarak juga berprestasi di voli pantai. Bersama Musa Alkeer, ia meraih medali perunggu di AVC U18 Beach Volleyball Asian Championship Mei 2026 di Uzbekistan. Prestasi itu membawa Qatar lolos ke Kejuaraan Dunia U18 di Den Haag.
Pelatih Qatar, Camilo Andres Soto, bahkan sempat membandingkan potensinya dengan legenda Wilfredo Leon. Leon adalah pemain voli Kuba yang juga memulai debutnya di usia yang masih sangat muda.
“Dia punya fisik luar biasa dan bakat yang jarang terlihat di usia semuda itu,” kata Soto dalam satu kesempatan setelah pertandingan.

Diprediksi Bakal Jadi Bintang Dunia
Meski Qatar belum menjadi kekuatan dominan di Asia, kehadiran Mubarak Musa Thiik Madut yang tinggi menjulang sangat menonjol. Banyak pengamat melihatnya sebagai pemain voli masa depan negara teluk itu. Dengan tubuh yang masih berkembang dan usia yang masih sangat muda, ia berpotensi menjadi bintang dunia dalam beberapa tahun ke depan.
Kendati harus bermain di antara para pemain senior di usianya yang baru menginjak 13 tahun, sejauh ini Mubarak tampak mampu menyesuaikan diri. Spike keras, blok kokoh dan lompatannya di depan net kerap membuat lawan kewalahan.
Asian Games 2026 menjadi pembuktian konsistensi penampilan Mubarak. Qatar ditempatkan di Pool C bersama Hong Kong (27/9/2026), Vietnam (28/9/2026), dan India (29/9/2026).








