Pentingnya Sinergi LKS dengan Instansi Pemkot Malang untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Rentan

Malanginspirasi.com – Keberadaan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di Kota Malang tidak dapat berjalan sendiri. Lembaga-lembaga tersebut memerlukan sinergi kuat dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan pelayanan kesejahteraan yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Dr. KH. Wahyudi Widodo, MBA, M.Pd.I, Ketua Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Kota Malang, saat menggelar acara sharing session dengan tiga dinas pemerintah, yakni Dinas Pendidikan (Diknas), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), serta Dinas Sosial (Dinsos), Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Panti Jompo Yayasan Peduli Kasih “KNDJH” yang berlokasi di Jalan Sekar Putih, Wonokoyo, Kedungkandang, Kota Malang.

Menurut Wahyudi Widodo yang juga merupakan tokoh pendidikan, lembaga sosial harus menggandeng banyak pihak, terutama pemerintah daerah.

“Ini sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan di tingkat daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa LKS berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjangkau kelompok masyarakat rentan di tingkat akar rumput, termasuk lansia, penyandang disabilitas, anak yatim, anak putus sekolah, korban penyalahgunaan Napza, serta kelompok lainnya.

Penampilan 2 difabel dari LKS Anak Bangsa dan LKS Titik Tenger menyanyikan beberapa lagu. (Toni)
Manfaat Nyata Sinergi

Kolaborasi ini dinilai membawa sejumlah manfaat konkrit. Pertama, optimalisasi sumber daya, di mana pemerintah menyediakan dana dan infrastruktur, sementara LKS menyumbang tenaga pendamping lapangan serta pemahaman mendalam terhadap kondisi lokal di lapangan.

Kedua, penanganan holistik terhadap masalah sosial yang saling terkait. Contohnya, anak putus sekolah akibat kemiskinan dapat ditangani secara terpadu antara Dinsos, Diknas, dan LKS melalui bantuan sosial sekaligus program pendampingan pendidikan.

Ketiga, inovasi dan keberlanjutan. LKS sering kali membawa pendekatan kreatif yang kemudian dapat diskalakan oleh pemerintah untuk cakupan yang lebih luas.

Tantangan yang Harus Dihadapi

Meski demikian, pengembangan LKS masih menghadapi berbagai hambatan. Di antaranya proses akreditasi dari Dinsos, permodalan, hingga pemasaran produk yang melibatkan Diskopindag. Selain itu, koordinasi pendidikan dan keterampilan serta program kejar paket atau kesetaraan bagi anak asuh juga masih menjadi perhatian bersama dengan Dinas Pendidikan.

Peserta Forum LKS mendengarkan dengan seksama penuturan dari narasumber. (Toni)

Sebagai catatan, Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang mencatat puluhan LKS aktif yang tersebar di berbagai wilayah kota. Lembaga-lembaga ini melayani kelompok rentan yang beragam dan terlibat dalam berbagai program, seperti penyaluran bantuan sembako, rehabilitasi sosial, serta pemberdayaan perempuan dan anak.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *