Malanginspirasi.com – Wakil Rektor Universitas Brawijaya (UB) bidang Riset dan Inovasi, Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak., menegaskan peran penting 57 alat inovasi teknologi pertanian dari mahasiswa Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) untuk mendukung program swasembada pangan nasional.
Hal tersebut ia sampaikan dalam acara Expo Inovasi Mahasiswa Membangun Mitra (3M) FTAB yang berlangsung di Gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya, Senin (29/6/2026).
Dalam sambutannya, Prof. Unti menyoroti tingginya nilai impor sejumlah komoditas pertanian strategis, salah satunya bawang putih.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi nyata, mulai dari pengembangan benih unggul hingga penerapan teknologi pertanian yang tepat. Hal ini adalah untuk mengakselerasi pertumbuhan, percepatan panen, serta pengolahan hasil pertanian,” lanjutnya.
Baca Juga:
FTAB UB Gelar Expo 57 Karya Inovasi, Serahkan Teknologi Tepat Guna ke 57 Kelurahan di Kota Malang
Pelepasan Mahasiswa FTAB UB di Program 3M, Rektor UB Tegaskan Kampus Harus Hadir Beri Dampak Nyata
Prof Unti menyampaikan pesan dari Presiden RI Prabowo Subianto saat acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang berlangsung pada 26 Juni dimana ia turut berpartisipasi.
“Sebagai salah satu wujud nyata kontribusi UB, Fakultas Teknologi Agro, Industri, dan Biosistem pada kesempatan tersebut mendistribusikan sedikitnya 57 alat teknologi tepat guna di bidang pengolahan pangan dan pengendalian dampak lingkungan kepada kelurahan-kelurahan di Kota Malang. Setiap kelurahan mendapatkan alat dengan anggaran hibah sebesar Rp10 juta,” lanjutnya.
Prof Unti mengatakan bahwa nilai tersebut mungkin tidak terlalu besar namun memberikan manfaat yang signifikan kepada warga masyarakat.
“Harapannya alat tersebut dapat memperkuat upaya intensifikasi pertanian di Kota Malang yang dihadapkan pada keterbatasan lahan, sekaligus meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi pangan secara langsung,” lanjutnya.
Sejumlah alat teknologi tepat guna (TTG) tersebut termasuk Smart System Irrigation untuk budidaya pohon durian, Biogas Upgrade berbasis Pressure Swing Adsoption, Smart Trash Barrier atau inovasi penyaring sampah, spinner multifungsi pemisah minyak dan pembumbu, dan sebagainya.

Tetapi, satu catatan penting yang Prof. Unti sampaikan adalah keberlanjutan pemanfaatan alat.
Ia mengingatkan agar aspek purna jual atau layanan perbaikan turut diperhatikan.
Dengan demikian, lanjutnya, alat-alat tersebut dapat terus berfungsi optimal di tangan masyarakat.
“Kalau tidak, saya khawatir ini hanya menjadi monumen di masing-masing kelurahan,” tegasnya.
Pada akhir sambutan, Prof Uti meminta para pembimbing mahasiswa untuk turut mempersiapkan masyarakat pengguna dalam hal perawatan dan perbaikan alat.
Sebagai informasi, acara Expo Inovasi 3M tersebut menghadirkan 57 karya inovasi alat dan mesin teknologi tepat guna dari mahasiswa FTAB UB untuk membantu masyarakat dalam pengolahan pangan.







