Data Kelulusan Jadi Fokus, FBiPK UB Perkuat Pengelolaan Sistem Akademik

Pendidikan16 views

Malanginspirasi. com – Gelar workshop penguatan tata kelola akademik dan penggunaan Sistem Informasi Manajemen Akademik dan Kemahasiswaan oleh Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) diikuti jajaran ketua program studi (kaprodi) beserta staf di lingkungan FBiPK UB.

Workshop ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola administrasi akademik sekaligus memastikan pengelolaan data mahasiswa berjalan lebih tertib, akurat, dan terintegrasi dengan sistem pendidikan tinggi secara nasional.

Wakil Dekan Bidang Akademik FBIPK UB, Prof. Dr. Afifuddin Latif Adiredjo, S.P., M.Sc., hadir memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan.

Ia menekankan pentingnya penguatan pemahaman dan koordinasi dalam pengelolaan data akademik, khususnya yang berkaitan dengan data kelulusan mahasiswa.

Prof Afifuddin mengatakan bahwa pengelolaan data akademik tidak hanya menjadi kebutuhan administratif internal perguruan tinggi, tetapi juga berkaitan dengan pemenuhan data pendidikan tinggi pada tingkat nasional.

Maka menjadi tanggung jawab seluruh tim akademik, mulai dari program studi hingga jajaran diatasnya.

“Melalui workshop ini, kita ingin memastikan proses pengelolaan dan perekaman data akademik dapat dilakukan secara lebih tertib, tepat, dan terintegrasi. Sinkronisasi data menjadi bagian penting untuk memastikan informasi akademik mahasiswa yang tercatat di universitas sesuai dengan data yang dilaporkan secara nasional,” ujar Prof. Afifuddin.

Penyampaian Materi

Direktur Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik (DALA) UB, Dr. Rosihan Asamara, S.E., M.P.  menyampaikan materi pertama yang berfokus pada penguatan tata kelola administrasi akademik serta proses pengelolaan dan sinkronisasi data mulai mahasiswa baru hingga mahasiswa tersebut dinyatakan lulus.

Dalam sesi itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya ketepatan proses perekaman data akademik.

Data kelulusan yang dikelola di tingkat universitas perlu dipastikan kesesuaiannya dengan data pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).

“Data akademik harus kita kelola dengan prinsip ketepatan dan konsistensi. Ketika terjadi perbedaan antara data yang ada di sistem internal dengan PDDIKTI, proses administrasi lulusan dapat ikut terdampak. Karena itu, sinkronisasi dan ketelitian sejak awal menjadi sangat penting agar tidak menimbulkan permasalahan dalam mendapatkan PISN sebagai sarat mahasiswa dapat di wisuda.” kata Dr. Rosihan.

Baca Juga:

TEP FBiPK UB Perkenalkan Bank Benih Komunitas dan Integrated Pest Management Perkuat Ketahanan Pangan Papua Barat Daya

Sementara itu, Tim Direktorat Teknologi Informasi (DTI) UB. Direktur DTI UB, Dr. Raden Arief Setyawan, S.T., M.T menyampaikan materi kedua.

Turut hadir juga yaitu bersama Rizki Trisnadi, S.T., selaku Kepala Subdirektorat Layanan Teknologi Informasi (TI) dan Literasi Digital DTI UB, beserta tim.

Sesi dari DTI memberikan penguatan mengenai pemanfaatan sistem informasi dalam mendukung proses administrasi akademik dan kemahasiswaan.

Peserta juga memperoleh pemahaman teknis terkait penggunaan sistem serta pengelolaan data agar proses perekaman dapat berlangsung lebih efektif.

Pentingnya Sinkronisasi Data Kelulusan Mahasiswa UB

Workshop tersebut secara khusus mendukung sinkronisasi data kelulusan mahasiswa Universitas Brawijaya dengan data pada PDDIKTI.

Sinkronisasi menjadi penting mengingat PDDIKTI merupakan basis data pendidikan tinggi yang digunakan dalam penyelenggaraan dan pelaporan pendidikan tinggi di Indonesia.

Melalui kegiatan tersebut, FBIPK UB menargetkan berkurangnya risiko kesalahan dalam proses perekaman data akademik, khususnya data kelulusan.

Selain itu, pemahaman yang lebih baik terhadap sistem informasi diharapkan dapat mempercepat proses perekaman data kelulusan sehingga data lulusan UB dapat tersaji secara lebih akurat dan tepat waktu dalam sistem pendidikan tinggi nasional.

Keterlibatan jajaran kaprodi dan staf dalam workshop juga menjadi bagian penting dalam membangun kesamaan pemahaman di tingkat pelaksana akademik.

Dengan koordinasi antara fakultas, program studi, DALA, dan DTI, proses pengelolaan data diharapkan dapat berjalan lebih terintegrasi dari tahap administrasi hingga pemutakhiran data pada sistem nasional.

“Harapannya, setelah workshop ini ada kesamaan pemahaman dan pola kerja dalam pengelolaan data akademik. Dengan begitu, kesalahan perekaman dapat diminimalkan dan proses pelaporan maupun sinkronisasi data kelulusan dapat dilakukan dengan lebih cepat,” ujar Prof. Afifuddin.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pengelola akademik dan pengelola teknologi informasi dalam mendukung transformasi digital layanan pendidikan tinggi.

Penguatan tata kelola dan pemanfaatan sistem informasi menjadi dua aspek yang saling berkaitan untuk menghasilkan data akademik yang akurat, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan. #UniversitasBrawijaya_SDG4; #Universitas Brawijaya_SDG8

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *