Tim PkM Departemen Matematika FSTeM UB Sosialisasi Inovasi Pembelajaran Geometri Melalui Teknologi Lantai Pintar Di SDN Giripurno 01 Batu  

Pendidikan75 views

Malanginspirasi.com – Departemen Matematika Fakultas Sains, Teknologi dan Matematika (FSTeM) UB menggelarkegiatan sosialisasi alat pembelajaran inovatif ‘Lantai Pintar Geometri’ bersama SDN Giripurno 01 Batu.

Berlangsung pada Rabu (16/9/2026), Perangkat berbasis teknologi Arduino ini dirancang khusus untuk memberi alternatif baru dalam metode  pembelajaran geometri di tingkat sekolah dasar melalui penerapan filosofi Realistic Mathematics Education (RME).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang melibatkan tim dari Departemen Matematika FSTeM UB dan seluruh ekosistem sekolah — mulai dari guru, siswa, hingga pimpinan sekolah.

Tim PkM tiba di lokasi pukul 09:45 dan di sambut oleh Ibu Eny Isnaini, S. Pd., M. Pd., selaku Kepala Sekolah.

Sebelum acara dimulai, dilakukan sesi ramah-tamah (courtesy visit) di ruang kepala sekolah SDN Giripurno 01 Batu, untuk mempersiapkan kesiapan ruangan dan mengkonfirmasi kehadiran peserta.

Acara sosialisasi resmi dibuka pukul 10:15 dengan menghadirkan 10 guru dan kepala sekolah.

Dalam rentang waktu pukul 10:15 hingga 11:30, tim pengembang menyajikan penjelasan komprehensif mengenai latar belakang pengembangan alat, filosofi pembelajaran yang mendasarinya, serta demonstrasi operasional perangkat.

Kesempatan ini diberikan kepada guru untuk melakukan praktek langsung mengoperasikan Lantai Pintar Geometri, memahami logika navigasi antar mode, dan mengamati cara alat merespons input yang diberikan.

Tahap kedua, pukul 11:30 hingga 12:30, fokus pada praktek alat peraga langsung dengan 39 siswa. Sebanyak 10 siswa berkesempatan mencoba secara langsung ketujuh mode pembelajaran yang tersedia dalam Lantai Pintar Geometri.

Pengamatan menunjukkan tingginya antusiasme siswa, terutama ketika berinteraksi dengan mode bebas dan mode transformasi, di mana umpan balik visual dan suara dari alat memberikan kepuasan instan atas setiap percobaan.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, guru, siswa, kepala sekolah, dan tim pengembang, yang berlangsung dari pukul 12:30 hingga 13:00.

Latar Belakang dan Target Permasalahan

Pengembangan Lantai Pintar Geometri bermula dari identifikasi tiga permasalahan inti dalam pembelajaran geometri di SDN Giripurno 01 Batu.

Pertama, permasalahan konseptual: siswa cenderung menghafal rumus luas bangun datar tanpa memahami prinsip di baliknya.

Sebagai contoh, siswa dapat menyebutkan bahwa luas segitiga adalah setengah alas kali tinggi, tetapi tidak memahami mengapa rumus tersebut terbentuk dari prinsip pembagian luas jajar genjang.

Kedua, permasalahan pedagogis: guru belum sepenuhnya terampil mengintegrasikan teknologi Arduino ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) matematika karena keterbatasan penguasaan pemrograman dan alat digital secara umum.

Ketiga, permasalahan psikologis: minat belajar geometri siswa kurang karena materi dianggap terlalu abstrak dan belum terhubung dengan pengalaman atau konteks kehidupan nyata para siswa.

Desain dan Spesifikasi Alat

Lantai Pintar Geometri adalah integrasi dari beberapa komponen elektronik dan mekanik: papan grid fisik berukuran 9 cm x 17 cm yang terbagi dalam bentuk grid 4 baris x 8 kolom , 32 sensor cahaya (LDR) yang terintegrasi melalui multiplexer untuk membaca posisi ubin, 32 lampu LED sebagai sistem umpan balik visual, papan Arduino Uno R3 sebagai pusat pengolah data, dan layar LCD yang menampilkan nilai luas dan keliling secara real-time.

Desain antarmuka pengguna dirancang dengan prinsip kesederhanaan: navigasi menggunakan satu tombol putar dengan dua jenis perintah — tekanan singkat untuk memilih atau mengganti mode, dan tekanan panjang untuk keluar.

Desain ini memastikan guru tidak memerlukan keahlian pemrograman tingkat lanjut, melainkan hanya perlu memahami pola interaksi yang konsisten di semua mode.

Tujuh Mode Pembelajaran Berbasis RME

Alat ini dilengkapi tujuh mode pembelajaran yang masing-masing mereplikasi satu tahapan dalam jalur pembelajaran RME:

  • Mode Bebas — siswa bereksplorasi tanpa aturan untuk mengembangkan intuisi bahwa “luas sama dengan banyak satuan”
  • Mode Keliling — menantang miskonsepsi bahwa bangun yang lebih luas selalu memiliki keliling yang lebih panjang
  • Mode Alas dan Tinggi — membimbing siswa melihat relasi visual antara alas, tinggi, dan luas suatu bangun
  • Mode Stensil — mendukung pengenalan bentuk geometri melalui replikasi pola yang terarah
  • Mode Target Luas — siswa ditantang mencapai nilai luas tertentu dengan strategi mereka sendiri
  • Mode Target Keliling — siswa ditantang mencapai nilai keliling tertentu
  • Mode Transformasi — inti dari desain alat, di mana siswa memindahkan ubin dan membuktikan bahwa perubahan bentuk tanpa mengubah jumlah ubin tidak mengubah luas (konservasi luas). Mode Transformasi dirancang sebagai jantung pembelajaran, karena secara langsung menghadirkan pengalaman fisik yang menjadi fondasi pemahaman mengapa rumus-rumus geometri bekerja sebagaimana adanya.
Kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs)

Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang tidak hanya untuk menyelesaikan persoalan pembelajaran geometri secara lokal di sekolah, tetapi juga sebagai wujud kontribusi nyata terhadap pencapaian target global melalui tiga pilar utama Sustainable Development Goals (SDGs):

SDG 4: Pendidikan Berkualitas Inovasi “Lantai Pintar Geometri” dikembangkan secara langsung untuk menjawab tantangan konseptual dan pedagogis di tingkat sekolah dasar.

Dengan mengadopsi filosofi Realistic Mathematics Education (RME), alat ini mengubah materi geometri yang abstrak menjadi pengalaman belajar yang konkret, interaktif, dan menyenangkan.

Hal ini menjamin pemerataan kesempatan belajar yang inklusif serta mendorong peningkatan kualitas pemahaman matematis siswa sejak dini.

SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Melalui sesi sosialisasi dan praktik langsung bagi para guru, kegiatan ini berperan aktif dalam meningkatkan kompetensi profesional pendidik.

Penguatan kapasitas guru dalam mengintegrasikan perangkat berbasis teknologi (seperti Arduino) ke dalam perencanaan pembelajaran (RPP) membekali tenaga pendidik dengan keahlian adaptif yang krusial untuk mendukung produktivitas serta kualitas tenaga kerja di sektor pendidikan modern.

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan Program ini terlaksana berkat adanya kolaborasi lintas sektor yang kuat antara institusi pendidikan tinggi—dalam hal ini Departemen Matematika FSTeM Universitas Brawijaya—dengan satuan pendidikan dasar (SDN Giripurno 01 Batu).

Sinergi antara akademisi, kepala sekolah, dan guru ini menjadi wujud nyata revitalisasi kemitraan global dan lokal demi mendukung pembangunan berkelanjutan.

Acara ditutup dengan penyerahan perangkat alat Lantai Pintar oleh Ketua Tim PkM, Dr. Sa’adatul Fitri, M.Sc., kepada sekolah sebagai simbolisasi komitmen bersama dalam mengadopsi metode pembelajaran berbasis teknologi dengan filosofi pedagogi yang solid.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *