FK UB Tegaskan Insiden Mahasiswa Jatuh Tak Terkait Tekanan Akademik dan PK2Maba

Peristiwa19 views

Malanginspirasi.com –  Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) memberikan klarifikasi resmi terkait insiden jatuhnya salah satu mahasiswanya di area gedung kampus pada Kamis (10/9/2026) pagi.

Pihak fakultas memastikan tidak ada tekanan akademik maupun masalah kemahasiswaan yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

Saat ini, korban tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Ketua Program Studi Sarjana Kedokteran FK UB, dr. Hanif, M.Biomed, Sp.An., menegaskan bahwa penelusuran internal dilakukan secara ketat (strictly) pada lingkup institusi pendidikan.

Ketua Prodi Sarjana Kedokteran FK UB, dr. Hanif, M.Biomed saat memberikan keterangan (Istimewa)

Hal ini dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya keterkaitan insiden tersebut dengan kegiatan di kampus.

Pihak fakultas membantah tegas narasi yang beredar di publik bahwa insiden itu berkaitan dengan tekanan selama pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2Maba) maupun masalah ketidaklulusan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan, dan berita itu tidak benar. Tidak ada tekanan selama PK2Maba, baik di tingkat universitas maupun fakultas,” tegas dr. Hanif saat memberikan keterangan resmi.

Lebih lanjut, dr. Hanif menjelaskan bahwa mahasiswa yang bersangkutan memang sempat tidak hadir pada kegiatan PK2Maba tahun lalu.

Namun, kewajiban penugasan pengganti ketidakhadiran tersebut telah diselesaikan oleh mahasiswa yang bersangkutan dengan baik.

“Statusnya sudah clear, yang bersangkutan dinyatakan lulus PK2Maba dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan insiden ini,” tambahnya.

Selain melakukan penelusuran terhadap kegiatan kemahasiswaan, FK UB juga memverifikasi rekam jejak akademik korban.

Baca Juga:

FK UB Gelar Edukasi Pengasuhan Anak untuk Ketawanggede Sehat dan Tangguh

Hasil penelusuran internal menunjukkan tidak ada indikasi kesulitan belajar, tekanan dari dosen, maupun perundungan (bullying) dari senior.

Korban tercatat memiliki status akademik yang sangat baik tanpa kendala perkuliahan, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mencapai 3,8, serta hubungan sosial di lingkungan kampus yang dinilai kondusif.

“Dari sisi akademik dan kemahasiswaan, insyaAllah semua clear tidak ada masalah. Di luar ranah institusi, kami rasa bukan wewenang kami untuk menyampaikan dan kami menjaga penuh privasi korban beserta keluarga,” pungkas dr. Hanif.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.50 WIB.

Korban diketahui jatuh dari lantai atas gedung fakultas dan mendarat di area bawah, sebelum akhirnya langsung dievakuasi oleh tim medis ke RSSA Malang guna mendapatkan penanganan darurat.

Pihak kepolisian setempat dari Polsek Lowokwaru dan Polresta Malang Kota juga telah turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan rekaman CCTV, serta meminta keterangan dari sejumah saksi guna menyelidiki penyebab pasti dari insiden tersebut.

 

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *