Malanginspirasi.com – Tepat pada hari ini, Jumat 11 September 2026, Radio Republik Indonesia (RRI) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81. Tanggal yang sama juga diperingati sebagai Hari Radio Nasional. Momentum ini menandai 81 tahun perjalanan lembaga penyiaran publik yang lahir di tengah semangat mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
RRI resmi berdiri pada 11 September 1945, kurang dari sebulan setelah Proklamasi Kemerdekaan. Berdirinya lembaga ini dipicu berhentinya siaran radio Jepang Hoso Kyoku pada 19 Agustus 1945. Saat itu, masyarakat kehilangan sumber informasi yang andal di tengah situasi yang masih penuh ketidakpastian.
Delapan tokoh radio yang sebelumnya aktif di stasiun Hoso Kyoku, bertemu dengan perwakilan pemerintah di Jakarta. Mereka antara lain Abdulrahman Saleh, Adang Kadarusman, Soehardi, Soetarji Hardjolukito, Soemarmadi, Sudomomarto, Harto, dan Maladi.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan mendirikan Persatuan Radio Republik Indonesia yang kemudian dikenal sebagai RRI.
Abdulrahman Saleh ditunjuk sebagai pemimpin umum pertama.
Sekali di Udara, Tetap di Udara
Sejak awal, RRI dipersembahkan sebagai alat komunikasi resmi pemerintah kepada rakyat. Lembaga ini mengusung semboyan “Sekali di Udara, Tetap di Udara” dan dilandasi Tri Prasetya RRI yang menegaskan komitmen melindungi alat siaran demi kepentingan negara.
Pada peringatan ke-81 tahun 2026, RRI mengusung semangat menjaga suara Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Rangkaian kegiatan digelar secara sederhana dan internal, meliputi ziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, anjangsana ke panti asuhan, ramah tamah dengan pensiunan, serta dialog tentang tantangan di era digital.
Direktur Utama LPP RRI I Hendrasmo menegaskan bahwa RRI adalah media perjuangan yang menyatukan masyarakat. Ia menekankan pentingnya mempertahankan kepercayaan publik di tengah disrupsi informasi dan perubahan perilaku masyarakat yang kini lebih banyak mengakses berita melalui media sosial serta kecerdasan buatan.
Setelah 81 tahun mengudara, RRI terus berupaya tetap relevan sebagai lembaga penyiaran publik yang memberikan informasi, pendidikan, dan hiburan yang sehat, sekaligus menjaga persatuan bangsa.
Semoga RRI terus menjadi suara yang mencerdaskan, menyatukan, dan membanggakan bangsa.
Dirgahayu RRI! Sekali di udara, tetap di udara.








