Aktris Susan Sarandon Akui Masih Kena Blacklist Hollywood Akibat Dukung Palestina

Trending7 views

Malanginspirasi.com – Aktris pemenang Oscar Susan Sarandon mengaku masih menghadapi kesulitan mendapatkan tawaran peran di Hollywood karena komentar keras dan dukungannya terhadap Palestina dalam konflik Israel-Palestina. Pernyataan ini disampaikan pada konferensi pers di Venice Film Festival, 6 September 2026, saat mempromosikan film ‘The Echo Chamber’.

“Saya masih kehilangan (tawaran, red) film-film baru-baru ini karena ada agen-agen yang masih memberitahu orang-orang untuk tidak merekrut saya. Tapi itu adalah soal struktur kekuasaan,” ungkapnya dikutip dari Deadline.

Aktris berusia 79 tahun itu menambahkan bahwa di kalangan industri perfilman, terutama yang terkait studio besar, tetap ogah memberinya peran. Sementara ia menilai narasi publik di Amerika Serikat soal sejarah Palestina dan dukungan AS terhadap Israel sudah bergeser.

Masalah ini bermula akhir 2023. Tindakan di luar batas kemanusiaan Israel paska serangan Hamas 7 Oktober 2023, membuat hati Sarandon terketuk. Ia aktif di unjuk rasa pro-Palestina di New York.

Di salah satu aksi, ia mengatakan bahwa banyak orang Yahudi di AS “takut menjadi Yahudi saat ini, dan merasakan bagaimana rasanya menjadi Muslim di negara ini, yang sering mengalami kekerasan.”

Ucapan itu memicu kontroversi besar, dianggap oleh banyak pihak sebagai anti-Yahudi. Ia kemudian meminta maaf, menyatakan sangat menyesali komentar tersebut, dan menekankan niatnya menunjukkan solidaritas melawan segala bentuk kebencian.

Tak lama kemudian, United Talent Agency (UTA) memutus hubungan dengannya. Proyek-proyek ditarik, dan Sarandon mengaku “menjadi mustahil bagi saya bahkan untuk tampil di televisi” serta sulit mendapat peran film besar yang terhubung dengan Hollywood.

Peraih Oscar untuk Aktris Terbaik di film ‘Dead Man Walking’ (1995) ini merasa dijadikan contoh bagi aktor lain agar tidak bersuara keras terkait pembantaian Israel terhadap Palestina. Beberapa aktor yang secara terbuka menunjukkan simpati mereka kepada Palestina di antaranya adalah Marc Ruffalo, Richard Gere dan Joaquin Phoenix.

Beralih ke Film Independen

Sejak pengucilan itu, Sarandon lebih banyak bekerja di Eropa, terutama dengan agen di Inggris dan Italia. Ia juga fokus pada film independen kecil.

Meski begitu, Sarandon menegaskan tetap nyaman dengan pilihannya. Ia berterima kasih kepada sutradara ‘The Echo Chamber’, Andrea Pallaoro, yang mengabaikan peringatan untuk tidak merekrutnya.

“Saya menemukan keluarga saya, saya menemukan orang-orang saya, dan saya baik-baik saja,” ujarnya.

Ia juga mencatat bahwa dukungan internasional dan film independen tetap terbuka baginya.

Apa yang dialami Susan Sarandon menjadi salah satu contoh paling mencolok dari polarisasi Hollywood terkait konflik Timur Tengah. Sejumlah aktor lain yang vokal soal Gaza juga menghadapi dampak karier, sementara industri tetap terbelah antara tekanan komersial, posisi politik, dan kebebasan berekspresi.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *