‘The Doll Ghawiah’, Babak Baru Franchise The Doll yang Lebih Kelam

Hiburan2 views

Malanginspirasi.com – ‘The Doll Ghawiah’ adalah film horor Indonesia produksi Hitmaker Studios yang menjadi babak baru dari franchise The Doll. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 29 Oktober 2026, termasuk format IMAX.

Disutradarai Guntur Soeharjanto (yang sebelumnya menggarap ‘Lampor: Keranda Terbang’, ‘Makmum 2’, dan ‘Suzzanna: Malam Jumat Kliwon’), naskah ditulis Riheam Junianti, sementara Rocky Soraya bertindak sebagai produser. Film ini merupakan spin-off dari ‘The Doll’ (2016) yang memperkenalkan boneka Ghawiah.

Cerita berlatar tahun 1988. Keluarga Pranata, Arya (Darius Sinathrya) dan Evi (Titi Kamal), pindah dari Jakarta ke Bandung bersama dua putri mereka, Gita (Aisyah Aqilah) dan Nala (Laura Moane), untuk memulai hidup baru.

Kehidupan tenang mereka berubah menjadi mimpi buruk setelah Nala mengalami kecelakaan di kawasan Babakan Siliwangi. Di sana, ia bertemu seorang anak perempuan misterius yang membawa boneka bernama Ghawiah.

Dalam semesta film, “Ghawiah” merujuk pada makna “tersesat” atau terkait dengan entitas yang sesat dan mengikuti hawa nafsu.

Boneka itu bukan mainan biasa. Ia menjadi wadah bagi jiwa-jiwa yang terluka. Semakin lama arwah menetap di dalamnya, semakin gelap dan berbahaya kekuatan yang dikandungnya.

Baca Juga: 

Film ‘Aplikasi Iblis’: Teror Digital, Cinta, dan Balas Dendam di Layar Lebar

Film Horor Psikologis ‘Perumahan Laddaland’, Rumah Impian Berubah Jadi Neraka

Teror dimulai saat boneka berpindah tempat sendiri. Kejadian janggal menghantui keluarga satu per satu, dan bayangan masa lalu yang kelam dari kawasan tersebut kembali muncul.

Sara Wijayanto kembali memerankan Laras, sosok paranormal yang akrab di franchise sebelumnya.

Film ini menghidupkan kembali legenda urban Bandung yang pernah diangkat di film 2016, sekaligus membawa nuansa retro era 1980-an dengan latar hutan dan jalan Siliwangi yang mistis.

Film ‘The Doll Ghawiah’ menjanjikan teror yang lebih kelam dan terhubung dengan benang merah cerita sebelumnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *