Malanginspirasi.com – Beberapa jam sebelum meninggal dunia, Ozzy Osbourne sempat membagikan sebuah unggahan penuh makna di Instagram tentang perjalanan ‘Back to the Beginning’.
Pendiri band rock Black Sabbath bernama asli John Michael Osbourne ini wafat pada Selasa (22/7/2025) dalam usia 76 tahun.
Kabar duka ini disampaikan langsung oleh keluarganya melalui pernyataan resmi.
“Dengan kesedihan mendalam yang tak terlukiskan, kami mengabarkan bahwa Ozzy Osbourne tercinta telah meninggal dunia pagi ini. Ia berada di tengah keluarganya dan dikelilingi cinta. Kami mohon semua pihak menghormati privasi keluarga kami saat ini,” demikian pernyataan tersebut.
It is with more sadness than mere words can convey that we have to report that our beloved Ozzy Osbourne has passed away this morning. He was with his family and surrounded by love.
We ask everyone to respect our family privacy at this time.
Sharon, Jack, Kelly, Aimee and… pic.twitter.com/WLJhOrMsDF
— Ozzy Osbourne (@OzzyOsbourne) July 22, 2025
Kematian Ozzy Osbourne terjadi hanya beberapa minggu setelah legenda heavy metal itu menggelar pertunjukan perpisahan bersama anggota asli Black Sabbath dalam acara amal ‘Back to the Beginning’ di Birmingham.
Konser ini diselenggarakan untuk mendukung Acorns Children’s Hospice, Birmingham Children’s Hospital, dan Cure Parkinson’s.
Sehari sebelum meninggal, pelantun ‘Paranoid’ itu memposting foto di belakang panggung yang menampilkan papan bertuliskan namanya di atas serta foto dirinya bersama empat anggota asli band, yaitu Geezer Butler, Tony Iommi, dan Bill Ward.
Tulisan di papan itu berbunyi, ‘Back to the Beginning’, dengan subjudul ‘The Final Show’.
Sepanjang konser yang berlangsung 10 jam itu, penggemar disuguhi penampilan dari band-band ternama seperti Slayer, Tool, Gojira, Metallica, dan Guns N’ Roses.
Sedangkan Osbourne sendiri membawakan beberapa hits solo terbesarnya dengan duduk di sebuah takhta bersayap hitam.
Kembali ke Kampung Halaman
Konser amal ini dinamai ‘Back to the Beginning; karena Birmingham adalah tempat band Black Sabbath dibentuk.
Osbourne menyatakan keinginannya untuk “memberikan kembali kepada tempat kelahiranku”.
“Betapa beruntungnya saya dapat melakukannya dengan bantuan orang-orang yang saya cintai. Birmingham adalah rumah sejati metal. Birmingham selamanya,” tambahnya dalam sebuah pernyataan kala itu.

Konser tersebut memang sangat personal bagi Osbourne. Bukan hanya itu, tetapi juga karena pengalamannya sendiri hidup dengan penyakit Parkinson. Ayah 6 anak didiagnosis mengidap penyakit neurodegeneratif tersebut pada tahun 2019.
Selama bertahun-tahun, Osbourne dikenal sebagai sosok nyentrik. Dijuluki “Godfather of Metal”, ia telah malang melintang melewati kerasnya kehidupan glamour bintang rock selama puluhan tahun.
Rocker kelahiran 3 Desember 1948 ini dikenal dengan gaya hidup urakan. Termasuk terjerembab dalam penyalahgunaan narkoba dan alkohol yang menggerogoti kesehatannya.
Aksinya yang paling terkenal adalah ketika ia menggigit kepala kelelawar hidup di atas panggung dalam konser di Des Moines, Iowa, AS.

Didera Berbagai Masalah Kesehatan
Di masa tuanya, Ozzy menjadi sosok yang lebih tenang sekalipun didera serangkaian masalah kesehatan, sebagian besar terkait cedera leher yang diderita dalam kecelakaan quad-biking pada tahun 2003, yang kemudian diperburuk oleh jatuh pada tahun 2019.
Di tahun yang sama, ia divonis mengidap Parkinson dan sempat mengalami masa kritis akibat pandemi Covid-19.
Dalam sebuah wawancara dengan The Independent pada tahun 2022, Osbourne bertekad untuk kembali ke atas panggung meskipun harus berjuang mati-matian.
“Saya akan kembali ke atas panggung meskipun saya harus menyeret diri saya. Karena kalau saya tidak bisa, maka saya akan mati juga. Saya suka melihat kehadiran penonton. Kalau saya harus merangkak ke atas sana, saya akan melakukannya. Kalian belum melihat Ozzy Osbourne yang terakhir, saya bisa pastikan itu.”
Warisan Ozzy Osbourne sebagai ikon musik metal dan sosok yang penuh warna dalam dunia hiburan akan terus dikenang. Terutama melalui momen-momen terakhirnya yang sarat makna serta komitmennya untuk terus berkarya sampai ajal menjemput.







