Malanginspirasi.com – Imigran asal Maroko yang merayakan kemenangan timnya atas Belanda di Piala Dunia FIFA 2026 membuat rusuh di sejumlah kota di Belanda termasuk Den Haag dan Rotterdam.
Setelah menyingkirkan Belanda dari Piala Dunia, terjadi perayaan besar-besaran oleh migran Maroko dari berbagai generasi.
Mereka melakukannya di sejumlah kota di Belanda dimana perayaan tersebut berubah menjadi kerusuhan.
Mereka melemparkan batu dan kembang api ke arah polisi, memblokir jalan, dan bentrok dengan petugas.
Hal ini berujung pada penangkapan dan penggunaan pentungan serta meriam air oleh polisi anti huru hara Belanda.
Insiden dilaporkan di daerah-daerah seperti Schilderswijk di Den Haag dan Rotterdam, dengan setidaknya 10 penangkapan karena gangguan ketertiban umum.
Baca Juga:
Ronald Koeman Mundur dari Jabatan Manajer Timnas Belanda, Isu Rasisme Mencuat
Campur Aduk Perasaan Cody Gakpo, Cetak Gol di Tengah Kabar Duka Berujung Belanda Angkat Koper
Di Den Haag, 10 orang ditangkap di sekitar Vaillantlaan, di distrik Schilderswijk, tempat para pendukung menari di atas atap mobil dan para pemuda diusir oleh polisi dengan sepeda motor.
Empat penangkapan dilakukan atas tuduhan penyerangan dan pelanggaran ketertiban umum di Rotterdam ketika polisi membubarkan kerumunan yang bergembira yang berkumpul di West-Kruiskade sekitar pukul 7.30 pagi.
Mereka sempat melempar pot-pot tanaman ke arah petugas.
Polisi mengatakan semburan air bertekanan tinggi digunakan setelah petugas diserang dengan kembang api dan batu.







