Tagar Desil 10 Trending di X, Netizen Heboh Mempertanyakan Akurasi Data

malanginspirasi.com – Media sosial X  ramai dengan tagar #Desil10 hingga menjadi trending topic.

Perbincangan hangat terkait pengelompokan tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat. ini mengundang rasa heran sekaligus kekecewaan netizen  atas status kategori ekonomi yang tertera di situs milik .

Keluhan tersebut mencuat setelah banyak pengguna membagikan tangkapan layar status tingkat kesejahteraan mereka yang masuk ke dalam kategori Desil 10.

Padahal, Desil 10 secara definisi mendeskripsikan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan teratas atau paling mampu secara finansial.

Netizen mempertanyakan dasar penetapan tersebut karena realita ekonomi yang mereka hadapi jauh dari kata sejahtera.

Banyak di antara mereka mengaku memiliki pendapatan bulanan yang bahkan belum menyentuh Angka Upah Minimum Regional (UMR), namun secara sistem dikategorikan sebagai kelompok berpenghasilan tinggi.

Baca Juga:

Menaker Yassierli: Data Sensus Ekonomi 2026 Jadi Landasan Kebijakan Kerja Tepat Sasaran

Bansos PKH dan BPNT Triwulan II 2026 Mulai Cair Pekan Kedua April

“hah data ngawur kah ini? aset ngga punya, rumah numpang ortu masa masuk desil 10”

“desil 10 ok berarti w konglo aminnnn”

Dampak dari penetapan Desil 10 ini dinilai sangat merugikan masyarakat berpenghasilan rendah.

Pengkategorian tersebut membuat mereka secara otomatis gugur dalam pendaftaran berbagai program bantuan sosial,

Beasiswa KIP Kuliah, maupun subsidi pemerintah lainnya yang mensyaratkan kelompok desil rendah.

Apalagi sempat tersiar kemungkinan pembatasan subsidi Pertalite untuk desil 9 dan 10 yang bertujuan agar subsidi lebih tepat sasaran dan tidak dinikmati kelompok mampu.

Hingga saat ini, warganet terus mendesak instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh serta pembaruan data secara faktual di lapangan.

Mereka berharap mekanisme pengajuan sanggahan atau pemutakhiran data dapat diakses dengan mudah agar penyaluran bantuan dan subsidi tepat sasaran.

Meskipun tersedia tombol Pembaruan Data dimana masyarakat dapat memberikan sanggahan ke kelurahan terkait, netizen tetap menganggap hal ini mengherankan.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *