Kasus Influenza A Meningkat, Dokter ITS Ingatkan Bahaya Minum Antibiotik Sembarangan

Kesehatan29 views

Malanginspirasi.com – Jumlah kasus Influenza A yang dilaporkan di tengah masyarakat Indonesia menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini mendorong dokter spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dr. Edwin Nugroho Njoto, MIPH, MHM, SpPD, untuk mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap gejala penyakit tersebut sekaligus menghindari penggunaan antibiotik secara sembarangan.

Dokter yang juga berpraktik di Eagles Head Medical Centre dan Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya ini mengungkapkan bahwa peningkatan kasus influenza mulai terlihat di tempatnya berpraktik.

Ia menekankan pentingnya masyarakat memahami karakteristik penyakit dan penanganannya agar tidak keliru dalam mengonsumsi obat.

Menurut Edwin, Influenza A disebabkan oleh virus yang menyerang sistem pernapasan. Virus ini bukan jenis baru, mudah bermutasi, dan memiliki daya penularan tinggi. Kondisi cuaca juga menjadi salah satu faktor yang mempermudah penyebarannya.

“Virus influenza ini memang dapat memicu wabah musiman dengan tingkat penularan yang luas,” terangnya.

Penularan influenza A terutama terjadi melalui percikan air liur (droplet) dari saluran pernapasan ketika seseorang batuk atau bersin. Risiko penularan dapat meningkat pada orang dengan daya tahan tubuh rendah maupun mereka yang mengalami kelelahan akibat aktivitas padat.

Menurut Edwin, gejala influenza umumnya diawali dengan gangguan pada saluran pernapasan dan dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Gejalanya umumnya berawal dari pilek, batuk, demam, dan nyeri saat menelan.

“Yang perlu diwaspadai adalah ketika terjadi penurunan nafsu makan hingga sesak napas,” ia mengingatkan.

Edwin juga berpesan agar kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil perlu memberikan perhatian lebih terhadap gejala influenza. Begitu pula pasien dengan penyakit tertentu, termasuk kencing manis dan gagal ginjal, dapat menimbulkan kondisi yang lebih berat.

Jangan Asal Minum Antibiotik

Di sisi lain, Edwin menyoroti kesalahan masyarakat dalam menangani gejala flu, salah satunya penggunaan antibiotik secara sembarangan. Ia menjelaskan bahwa influenza disebabkan oleh virus, sehingga antibiotik tidak digunakan untuk mengatasi penyebab utamanya.

Menurut Edwin, obat antibiotik baru dapat dipertimbangkan apabila terdapat infeksi bakteri sekunder berdasarkan kondisi medis pasien.

“Jangan baru flu sebentar sudah langsung diberi (obat) antibiotik karena penyebab influenza adalah virus, bukan bakteri,” tegasnya.

Untuk menjaga kondisi tubuh, masyarakat dianjurkan mencukupi waktu istirahat dan tidur, asupan cairan, makanan bergizi, serta melakukan olahraga. Kebiasaan mencuci tangan setelah beraktivitas di luar rumah atau sebelum makan juga perlu dilakukan secara rutin.

Baca Juga:

7 Makanan untuk Menyembuhkan Flu, Banyak di Sekitar Kita!

Waspada ‘Super Flu’ di Tengah Euforia Tahun Baru, Penularan Cepat dan Gejala Lebih Berat dari COVID-19

Selain itu, lanjutnya, masyarakat yang mulai mengalami gejala seperti demam dan batuk dianjurkan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Etika batuk dan bersin juga perlu diterapkan dengan menutup hidung serta mulut menggunakan tisu atau siku bagian dalam apabila tidak membawa tisu.

dr Edwin Nugroho Njoto MIPH MHM SpPD mencontohkan etika batuk dan bersin dengan ditutupi siku bagian dalam apabila tidak membawa tisu. (Ist/HumITS)

Sebagai langkah pencegahan tambahan, Edwin menyarankan agar masyarakat mempertimbangkan vaksinasi influenza secara rutin setiap tahun. Upaya tersebut dapat menjadi bagian dari perlindungan kesehatan, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap komplikasi influenza.

Edukasi mengenai pencegahan dan penanganan influenza tersebut sejalan dengan komitmen ITS dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *