Malanginspirasi.com – Setiap 28 Juli, dunia memperingati Hari Hepatitis Dunia (World Hepatitis Day). Tanggal ini dipilih untuk menghormati kelahiran Dr. Baruch Blumberg, ilmuwan peraih Nobel yang menemukan virus hepatitis B pada 1967 dan mengembangkan vaksin pertamanya.
Pada peringatan tahun ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengusung tema “Hepatitis: Let’s Break It Down” atau “Hepatitis: Mari Kita Atasi”.
Kampanye ini menyerukan penghapusan rintangan yang masih menghalangi masyarakat mengakses layanan pencegahan, pemeriksaan, pengobatan, dan perawatan. Hambatan tersebut meliputi stigma, ketidaktahuan, kesenjangan sistem kesehatan, serta ketidaksetaraan akses.
Hepatitis adalah peradangan organ hati yang disebabkan oleh virus, terutama tipe A, B, C, D, dan E.
Pemicunya bisa berbagai faktor. Mulai dari infeksi virus, konsumsi alkohol berlebihan, obat-obatan tertentu, hingga penyakit autoimun.
Namun, hepatitis virus menjadi perhatian terbesar karena sifatnya yang menular dan berpotensi berkembang menjadi penyakit kronis, sirosis, bahkan kanker hati.
Senyap
Penyakit ini sering dijuluki “silent disease” karena banyak penderita tidak merasakan gejala selama bertahun-tahun. Sehingga baru mengetahui kondisinya ketika hati telah mengalami kerusakan serius.
Hepatitis B dan C menjadi perhatian utama karena dapat menjadi kronis, memicu sirosis, gagal hati, hingga kanker hati.
Data WHO menunjukkan sekitar 287 juta orang hidup dengan hepatitis B atau C kronis pada 2024. Setiap tahun, sekitar 1,3 juta orang meninggal akibat komplikasi kedua jenis hepatitis tersebut. Artinya, hampir setiap 30 detik ada satu nyawa yang hilang.
Padahal, alat untuk mengobati penyakit ini sudah tersedia. Vaksin hepatitis B efektif mencegah infeksi. Hepatitis C dapat disembuhkan sepenuhnya dengan pengobatan oral yang aman. Hepatitis B juga dapat dikendalikan dengan terapi jangka panjang yang mengurangi risiko kerusakan hati. Namun, jutaan penderita masih belum terdiagnosis atau belum mendapatkan pengobatan.
Hanya sekitar 45 persen bayi di dunia yang menerima dosis vaksin hepatitis B dalam 24 jam pertama kelahiran pada 2024. Cakupan tes dan pengobatan juga masih rendah di banyak negara.
Di kawasan Amerika, misalnya, hanya 21 persen penderita hepatitis B yang terdiagnosis, dan sekadar 4,4 persen yang mendapat pengobatan.
It’s #WorldHepatitisDay.
We landed on the moon.
We mapped the genome.
Yet as of 2024, over 280 million people — roughly 3% of the world population — were still living with chronic #Hepatitis B and Hepatitis C https://t.co/bIcsfe98BF pic.twitter.com/nHGJHqGYtm— World Health Organization (WHO) (@WHO) July 27, 2026
Hari Hepatitis Dunia menjadi momen penting untuk mendorong komitmen politik, investasi berkelanjutan, dan perluasan akses yang setara.
WHO menekankan setidaknya dua pesan utama. Pertama, soal pentingnya memanfaatkan ilmu pengetahuan dan kebijakan yang telah tersedia. Vaksin, pemeriksaan, dan pengobatan hepatitis telah terbukti efektif. Sehingga tantangan saat ini bukan lagi menemukan solusi baru, melainkan memastikan seluruh layanan tersebut dapat dijangkau oleh semua orang melalui dukungan kebijakan, pendanaan, dan akuntabilitas yang kuat.
Kedua, soal menempatkan masyarakat sebagai pusat pemberantasan hepatitis. Keberhasilan eliminasi penyakit ini bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dan komunitas dalam penyusunan kebijakan maupun pelaksanaan program.
WHO menargetkan eliminasi hepatitis sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada 2030. Hal ini hanya dapat dicapai jika akses layanan kesehatan semakin mudah, terjangkau, dan merata.
Hepatitis B di Indonesia
Berdasarkan laporan WHO 2024, Indonesia menempati peringkat keempat dunia dengan jumlah kasus hepatitis B terbanyak, di bawah Tiongkok, India, dan Nigeria.
Angka ini menunjukkan bahwa edukasi masyarakat mengenai hepatitis masih perlu terus diperkuat. Mengingat masih banyak yang belum memahami secara utuh bahaya penyakit ini.
Selain pencegahan melalui vaksinasi dan deteksi dini hepatitis B dan C, juga dibutuhkan dukungan untuk penghapusan stigma yang tidak benar yang selama ini beredar di masyarakat.








