Buka Kampung Cempluk Festival 2026, Sekda Malang Dorong Hilirisasi Jeruk dan Legalitas UMKM Gratis

Malanginspirasi.com – Perpaduan semangat pelestarian budaya dan penguatan ekonomi warga mewarnai pembukaan Kampung Cempluk Festival ke-16 Tahun 2026 di Dusun Sumberejo, Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Minggu (18/10/2026).

Hadir meresmikan festival tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si., menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi lokal untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

Mengusung tema “Bumi Adikarya Paramarta”, perhelatan tahunan ini tidak hanya menjadi panggung ekspresi seni dan tempat berkumpul lintas generasi, tetapi juga motor penggerak ekonomi warga berbasis gotong royong.

Dalam sambutannya, Budiar mengapresiasi kreativitas warga Dusun Sumberejo yang konsisten mengolah produk lokal bernilai tambah.

“Berbagai produk unggulan, mulai dari kopi rempah gula aren, jamu tradisional, hingga kuliner khas seperti tiwul dan cenil, menjadi bukti kreativitas warga dalam menggerakkan ekonomi dari lingkungan sendiri,” ungkap Sekda Kab. Malang.

Guna memperkuat daya saing dan memperluas jangkauan pasar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memberikan fasilitas pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis bagi seluruh pelaku UMKM setempat.

Layanan legalitas usaha ini diselenggarakan secara jemput bola oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dengan mendatangi desa secara langsung.

Pendorong Hilirisasi Jeruk dan Potensi Melon Kirin

Selain sektor UMKM, wilayah Sumberejo memiliki potensi besar di bidang hortikultura, khususnya Melon Kirin dan jeruk. Melon Kirin asal Sumberejo saat ini telah menembus pasar ritel modern di Jakarta dengan harga mencapai Rp38.000 per kilogram.

Namun di sisi lain, petani jeruk masih dihadapkan pada masalah fluktuasi harga saat panen raya, di mana harga di tingkat petani kerap anjlok hingga Rp4.000 per kilogram.

Menanggapi tantangan tersebut, Pemkab Malang mendorong masuknya investasi untuk pembangunan pabrik pengolahan minuman berbahan baku jeruk di wilayah Sumberejo.

“Kehadiran industri pengolahan diharapkan menjadi langkah hilirisasi pertanian, memperluas pasar, meningkatkan nilai tambah komoditas, serta mengurangi risiko hasil panen terbuang ketika produksi melimpah,” tegasnya.

Baca Juga:

Kampung Cempluk Festival Ke-14: Perayaan Budaya dan Kuliner di Desa Kalisongo

Sebagai bentuk apresiasi atas terselenggaranya festival, Sekda Kabupaten Malang turut menyerahkan bantuan uang tunai secara pribadi kepada panitia pelaksana.

Mengingat dampak musim kemarau yang berpotensi memengaruhi sektor hortikultura warga, Budiar juga mengimbau masyarakat untuk memperkuat ikhtiar spiritual melalui doa bersama dan pelaksanaan Salat Istisqa agar hujan segera turun.

Pembukaan festival ini turut dihadiri perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Timur, Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, anggota DPRD Kabupaten Malang, jajaran Forkopimcam Dau, serta para tokoh masyarakat, seniman, dan pengurus RT/RW setempat.

Diiringi semangat “Kampungku, Uripku”, festival yang didukung kolaborasi lintas komunitas dan sponsor lokal ini diharapkan terus menjadi ruang tumbuh bagi potensi desa yang mandiri dan sejahtera.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *