Kota Malang Catat Inflasi 0,06 Persen pada Oktober 2026, Cabai Merah Masih Jadi Penyumbang Utama

Malanginspirasi.com – Tekanan harga pangan, khususnya cabai, kembali menjadi penyumbang utama inflasi di Kota Malang sepanjang Oktober 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Malang mencatat angka inflasi bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,06 persen.

Meski berada dalam tingkat yang relatif terkendali, geliat kenaikan harga ini tetap didorong oleh komoditas pangan yang menjadi kebutuhan harian masyarakat, terutama dari kelompok bumbu-bumbuan dan hortikultura.

Kepala daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) setempat mencermati bahwa pergerakan harga komoditas bergejolak (volatile food), khususnya cabai merah dan aneka bumbu dapur, masih menjadi faktor utama yang mengerek angka inflasi.

Lonjakan kecil pada kelompok makanan dan minuman ini sejalan dengan tren nasional dan provinsi, di mana Jawa Timur secara keseluruhan mencatatkan inflasi bulanan terendah di Pulau Jawa sebesar 0,07 persen.

Kondisi ini merefleksikan bahwa stabilitas harga di Kota Malang masih berada dalam jalur yang aman. Namun, tantangan penyediaan pasokan yang stabil menjelang akhir tahun tetap menjadi pekerjaan rumah tersendiri.

Pemerintah bersama pemangku kepentingan di Malang terus memperketat pemantauan pasar guna mengantisipasi potensi lonjakan harga lanjutan akibat faktor cuaca maupun pergeseran permintaan musiman.

Dengan angka inflasi bulanan yang tipis di level 0,06 persen, daya beli masyarakat Kota Malang diharapkan tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi regional maupun nasional yang terus berfluktuasi menjelang penutupan tahun 2026.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *