Malanginspirasi.com – Berawal dari keberanian membuka stan usaha kecil, Trifina Fitri Lastiani berhasil mengembangkan Finc Craft menjadi usaha kerajinan rajutan yang terus bertahan sejak 2010 melalui dukungan pembiayaan dan fasilitas usaha dari Koperasi Konsumen (Kopmen) Setia Budi Wanita (SBW) Malang.
Ia mengawali usahanya dengan membuka stan di fasilitas UKM Koperasi SBW pada 2010.
Pada tahap awal, pemasaran produknya masih mengandalkan lingkungan terdekat, mulai dari keluarga, teman, hingga tetangga.
Seiring berjalannya waktu, Trifina tidak hanya berfokus pada penjualan produk rajutan.
Ia juga aktif mengajarkan keterampilan merajut kepada orang lain sebagai upaya memperluas pengenalan produk sekaligus membagikan ilmu yang dimilikinya.

Namun, mengembangkan usaha kerajinan handmade bukan perkara mudah.
Salah satu kendala yang dihadapi pada awal merintis bisnis adalah memberikan pemahaman kepada calon konsumen mengenai nilai produk yang dibuat secara manual.
“Karena handmade, tidak semua orang suka. Di samping itu harganya juga agak tinggi karena proses pembuatannya lama dan menggunakan kerajinan tangan, bukan mesin,” ungkapnya saat diwawancara, Senin (26/10/2026).
Dari sisi harga, produk rajutan Finc Craft memiliki rentang yang disesuaikan dengan jenis produk dan tingkat kesulitan pembuatannya.
Dompet dan tas rajutan dibanderol mulai Rp50.000 hingga Rp450.000, sedangkan produk aksesori dijual dengan harga Rp10.000 hingga Rp50.000.
Di tengah tantangan tersebut, keikutsertaan Trifina dalam Koperasi SBW memberikan dukungan bagi keberlangsungan usahanya.
Selain memperoleh kesempatan memasarkan produk melalui stan UKM, ia juga memanfaatkan fasilitas pembiayaan koperasi untuk memenuhi kebutuhan modal usaha.
Dana pembiayaan tersebut digunakan untuk membeli bahan baku secara berkala agar proses produksi dapat terus berjalan.
Dukungan modal ini juga membantu Trifina menjalankan aktivitas lain di luar produksi, termasuk menjadi narasumber dalam pelatihan merajut bagi komunitas ibu-ibu.
Perkembangan Finc Craft turut membuka kesempatan bagi orang lain untuk terlibat dalam kegiatan usaha.
Ketika menerima pesanan dalam jumlah besar maupun pesanan suvenir khusus, Trifina mengajak murid-murid yang pernah mengikuti pelatihannya untuk membantu pengerjaan produk.
Baca Juga:
Langkah tersebut menjadi salah satu bentuk pemberdayaan keterampilan yang dilakukan Finc Craft.
Ilmu merajut yang sebelumnya dibagikan melalui pelatihan kini dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung proses produksi dan memberikan kesempatan kepada para murid untuk ikut berkarya.
Bagi Trifina, keberhasilan menjalankan usaha tidak hanya diukur dari keuntungan yang diperoleh. Kesempatan berbagi pengetahuan dan berkontribusi bagi sesama justru menjadi salah satu pencapaian yang paling berarti selama membangun Finc Craft.
“Puji Tuhan, pencapaian paling membanggakan adalah bisa berbagi ilmu untuk anggota lain dan menjadi narasumber di Koperasi SBW, yang semua ini berjalan juga berkat dukungan dana dari SBW,” tuturnya.
Perjalanan Finc Craft menunjukkan bagaimana dukungan pembiayaan koperasi dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
Melalui produk rajutan, pelatihan keterampilan, dan pelibatan para murid dalam produksi, Trifina terus mengembangkan usaha yang tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga pemberdayaan perempuan di Malang Raya.







