Vernon EDU Gelar Story Telling Competition 2026 di Malang, Asah Keberanian dan Kreativitas Anak Sejak Dini

Malanginspirasi.com — Vernon EDU melalui Communication Department menghadirkan VernonEdu Story Telling Competition 2026, sebuah ajang kompetisi yang dirancang untuk mengasah keberanian, kreativitas, serta kemampuan komunikasi anak sejak usia dini. Kegiatan ini diselenggarakan pada 7 Juni 2026 di Nakoa Social Space, Malang, dan terbuka untuk peserta kategori usia 7–9 tahun serta 10–12 tahun.

Penyelenggaraan kompetisi ini dilatarbelakangi oleh semangat Kota Malang sebagai kota kreatif yang terus melahirkan talenta-talenta muda berbakat di berbagai bidang. Sebagai lembaga yang memiliki beragam departemen pengembangan diri dan keterampilan, Vernon EDU hadir sebagai jembatan, teman belajar, sekaligus wadah bagi generasi muda untuk terus berkreasi dan meningkatkan kemampuan mereka.

Melalui Communication Department, Vernon EDU ingin menghadirkan ruang nyata bagi anak-anak untuk menunjukkan potensi terbaik mereka melalui kemampuan bercerita.

Tanti, Department Leader Communication Vernon EDU, menekankan pentingnya kemampuan storytelling sebagai salah satu keterampilan komunikasi yang harus dikembangkan sejak dini.

“Kemampuan ini tidak hanya dibutuhkan bagi mereka yang bercita-cita menjadi pembicara publik seperti MC, presenter, podcaster, atau profesi komunikasi lainnya, tetapi juga menjadi bekal penting dalam kehidupan sehari-hari. Melalui storytelling, anak-anak belajar mengungkapkan pikiran dan perasaan mereka, membangun komunikasi intrapersonal, interpersonal, hingga berinteraksi dalam kelompok secara lebih efektif,” paparnya.

Kompetisi ini juga menjadi bagian dari upaya Vernon EDU dalam mewujudkan visi dan misinya untuk membangun karakter, mindset, serta kemampuan komunikasi generasi muda. Vernon EDU meyakini bahwa komunikasi yang baik tidak hanya berbicara dengan lancar, tetapi juga mampu mendengarkan dengan penuh empati.

Seorang peserta tampil percaya diri. (Ist)

Prinsip “good speaker is a good listener” menjadi salah satu nilai yang ingin ditanamkan kepada peserta sejak dini. Dengan membangun budaya mendengarkan dan didengarkan, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang komunikatif, percaya diri, serta memiliki empati yang kuat terhadap lingkungan sekitarnya.

Penilaian Melalui Beberapa Aspek

Dalam pelaksanaannya, Story Telling Competition 2026 akan menilai beberapa aspek utama, yaitu penghayatan dan ekspresi, artikulasi dan vokal, kepercayaan diri, penguasaan panggung, serta kreativitas dalam penyampaian cerita. Melalui aspek-aspek tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mampu tampil dengan baik di atas panggung, tetapi juga mengembangkan keterampilan komunikasi yang akan bermanfaat bagi kehidupan mereka di masa depan.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan pengembangan bakat anak seperti ini dinilai sangat tinggi. Bagi banyak orang tua, kompetisi bukan sekadar ajang untuk meraih kemenangan, melainkan kesempatan bagi anak-anak untuk melatih mental, keberanian tampil di depan umum, serta mengenali potensi diri mereka.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang inspiratif bagi peserta untuk bertemu dan belajar dari anak-anak lain yang memiliki minat serta bakat serupa.

Lebih dari sekadar perlombaan, Vernon EDU ingin memberikan pengalaman baru kepada para peserta mengenai dunia storytelling yang lebih luas. Storytelling tidak hanya identik dengan dongeng atau cerita panjang, tetapi juga dapat dikemas secara singkat melalui teknik Adlips Speaking, yaitu kemampuan menyampaikan satu tema atau pesan komunikasi secara fokus, efektif, dan menarik.

Para penerima beasiswa komunikasi VernonEdu. (Ist)
Pentingnya Kemampuan Bercerita

Pendekatan ini diharapkan dapat membantu anak-anak memahami bahwa kemampuan bercerita dapat diterapkan dalam berbagai situasi kehidupan.

“Ke depan, Vernon EDU berencana mengembangkan kompetisi serupa secara berkelanjutan dalam bentuk serial dengan cakupan peserta yang lebih luas, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga mahasiswa. Kompetisi juga direncanakan hadir dalam kategori Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta membuka kesempatan bagi peserta individu maupun kelompok untuk berpartisipasi” tambah Tanti.

Melalui Story Telling Competition 2026, Vernon EDU berharap dapat menjadi teman perjalanan bagi para peserta dalam mengembangkan keterampilan komunikasi mereka. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun budaya komunikasi yang sehat, menumbuhkan keberanian untuk tampil, menjunjung tinggi sportivitas, serta memperkuat nilai empati pada generasi muda.

Dengan demikian, kompetisi ini tidak hanya menjadi sebuah acara, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan masa depan pendidikan Indonesia yang lebih komunikatif, kreatif, dan berkarakter.

Tentang Vernon EDU

Vernon EDU merupakan lembaga pengembangan keterampilan yang berkomitmen menjadi ruang belajar, bertumbuh, dan berkreasi bagi generasi muda. Melalui berbagai program dan kegiatan edukatif, Vernon EDU terus mendorong lahirnya individu yang percaya diri, kreatif, serta memiliki kemampuan komunikasi yang efektif untuk menghadapi tantangan masa depan.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *