FTAB UB Lepas 856 Mahasiswa dan 57 Alat Teknologi Tepat Guna untuk Kota Malang di Program 3M

Malanginspirasi.com Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya resmi melepas sebanyak 856 mahasiswa dalam program strategis bertajuk “Program Mahasiswa Membangun Mitra (3M)”.

Acara  pelepasan yang berlangsung khidmat pada Senin (22/06/2026) ini menandai komitmen kuat institusi pendidikan tinggi dalam mengimplementasikan instruksi langsung Presiden RI Prabowo Subianto terkait penguatan hilirisasi riset.

Dalam sambutannya, Dekan FTAB UB Prof. Yusuf Hendrawan, STP, M.App.Life.Sc, Ph.D menegaskan program ini merupakan pengejawantahan dari arahan kepala negara agar riset akademis tidak sekadar menjadi menara gading, melainkan harus bersinergi secara taktis dengan pemerintah daerah demi kemaslahatan masyarakat luas.

Dari kiri ke kanan: Dekan FTAB UB Prof. Yusuf Hendrawan, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Rektor UB Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc dalam acara pelepasan mahasiswa di program 3M (Tri Sukma)

“Ini adalah wujud nyata bagaimana kita bisa langsung bersinergi dengan pemerintah kota dalam perencanaan perundangan daerah, sekaligus merealisasikan instruksi dari Bapak Presiden RI Prabowo bahwa riset kampus itu harus berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” ujar Prof Yusuf Hendrawan dalam sambutan pembuka.

Solusi Nyata Melalui 57 Inovasi Teknologi Tepat Guna

Sebanyak 856 mahasiswa yang dilepas akan disebar ke 57 kelurahan yang tersebar di wilayah Kota Malang.

Tidak sekadar datang, para mahasiswa dibekali dengan 57 unit inovasi alat Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dirancang khusus untuk menjawab problem riil di masing-masing kelurahan.

Dekan menjelaskan  proses penciptaan alat ini berbasis pada kebutuhan riil di lapangan.

Baca Juga:

Penguatan Bidang Pasca Sarjana dan Doktoral di FTP UB Seiring Transisi Nama Sebagai FTAB

Transisi Nama FTP UB Menjadi Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem, Ini Kata Ketua Senat

“Mahasiswa telah melakukan survei mendalam untuk memetakan masalah spesifik yang dihadapi masyarakat lingkar kampus, kemudian merancang bangun solusinya melalui integrasi mata kuliah Capstone Design,” katanya.

Selain fokus pada hilirisasi teknologi, lanjut Prof Yusuf, FTAB UB juga turut menyokong agenda ketahanan pangan nasional dengan membagikan bibit cabai secara gratis ke 57 kelurahan di Kota Malang, bekerja sama langsung dengan jajaran Pemerintah Kota Malang.

Output Strategis dan Portofolio Lulusan

Program 3M ini diproyeksikan memberikan dampak multiplikasi yang luas, baik bagi pencapaian target pembangunan daerah maupun peningkatan kompetensi mahasiswa itu sendiri.

Pihak fakultas telah merumuskan sejumlah output terukur yang wajib dicapai dari pelaksanaan program tahun ini.

“Yang pertama adalah kontribusi aktif perguruan tinggi dalam pencapaian Sustainable Development Goals di tingkat lokal,” katanya.

Kemudian, lanjut Prof. Yusuf adalah pendistribusian prototipe inovasi teknologi langsung ke masyarakat sebanyak 57 unit.

“Selain itu juga untuk ketahanan pangan kota melalui penyerahan bibit cabai secara merata di 57 kelurahan Kota Malang. Dan juga diseminasi hasil lewat Seminar Nasional dan penyusunan 57 buku inovasi ber-ISBN,” imbuh Prof Yusuf.

“Rangkaian hasil kerja nyata mahasiswa ini nantinya akan dipamerkan secara terbuka dalam agenda Expo Karya Mahasiswa yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 29 Juni 2026 mendatang,” paparnya.

Mahasiswa FTAB UB yang akan mengikuti program 3M (Tri Sukma)

 

Menutup arahannya, Dekan FTAB UB itu berpesan kepada seluruh mahasiswa agar memanfaatkan momentum ini sebagai portofolio berharga sebelum memasuki dunia profesional.

“Pengalaman merancang bangun, merekayasa alat, serta memecahkan problem sosial-ekonomi secara langsung akan menjadi pembeda dan penciri utama bagi lulusan FTAB Universitas Brawijaya,” pungkasnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *