Cegah Kecanduan Gadget, SMP Kristen 1 YPK Malang Gandeng UNIKAMA Hadirkan Ekstrakurikuler Kerawitan

Malanginspirasi.com – SMP Kristen 1 YPK Malang berupaya menghadirkan solusi melalui pendidikan karakter berbasis seni budaya, bekerja sama dengan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) lewat ekstrakurikuler Kerawitan.

Kegiatan yang berlangsung setiap hari Kamis pukul 13.30–15.00 WIB secara bergelombang ini  dibimbing  Tim PAKADATA (Paguyuban Karawitan, Drama, dan Tari UNIKAMA) di bawah komando Drs. Dwi Subagyo, yang akrab disapa Mbah Dwi.

Hal ini merupakan upaya di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, penggunaan telepon genggam (HP) yang berlebihan, menurunnya konsentrasi belajar, kurangnya kekompakan antarsiswa, serta semakin besarnya ketertarikan generasi muda terhadap budaya luar,

Ekstrakurikuler tersebut diawali pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Siswa kelas IX mengikuti gelombang pertama sebanyak 9 kali pertemuan. Sedangkan  gelombang kedua untuk siswa kelas VIII sebanyak 8 kali pertemuan, dan gelombang ketiga untuk siswa kelas VII sebanyak 13 kali pertemuan.

Melalui latihan memainkan gamelan, para siswa tidak hanya belajar teknik bermusik, tetapi juga dilatih untuk memiliki disiplin, kesabaran, konsentrasi, tanggung jawab, kerja sama, saling menghargai, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan kehidupan di era digital.

Penanggung Jawab Tim PAKADATA UNIKAMA, Drs. Dwi Subagyo (Mbah Dwi), mengatakan bahwa kerawitan merupakan media pendidikan karakter yang sangat efektif.

“Kerawitan bukan sekadar belajar memainkan gamelan. Di dalamnya siswa belajar mendengarkan, menjaga irama, menghargai teman, disiplin, dan bekerja sama. Semua instrumen memiliki peran yang sama pentingnya. Filosofi inilah yang kami tanamkan agar siswa memiliki karakter yang kuat, mencintai budaya Indonesia, dan mampu menggunakan teknologi secara lebih bijaksana,” ujar Mbah Dwi.

Salah seorang peserta, Tabita, siswi kelas IX, mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti latihan.

“Awalnya saya mengira kerawitan itu sulit dan kurang menarik. Setelah mengikuti latihan, saya justru merasa senang karena kami belajar kompak, saling mendukung, dan harus fokus saat memainkan gamelan. Saya menjadi lebih menghargai budaya Indonesia dan semakin percaya diri untuk mempelajarinya,” ungkap Tabita.

Baca Juga:

UNIKAMA Gelar Pelatihan Teknologi Biokonversi Sampah Organik, Mahasiswa Diajak Kelola Sampah dari Kos

Workshop AI untuk Media Pembelajaran Meriahkan Dies Natalis ke-13 HMPS PGPAUD UNIKAMA

Sementara itu, Kepala SMP Kristen 1 YPK Malang, Tirosa Duta Abadi Bako, S.Th. menjelaskan  kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk karakter peserta didik berbasis kearifan lokal.

“Kami ingin menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menekankan prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter. Melalui kolaborasi dengan UNIKAMA dan Tim PAKADATA, kami berharap siswa menjadi pribadi yang disiplin, fokus, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta bangga terhadap budaya bangsa. Inilah salah satu langkah nyata sekolah dalam mempersiapkan generasi yang berkarakter, berbudaya, dan siap menghadapi tantangan zaman,” tegas Duta.

Melalui program ini, SMP Kristen 1 YPK Malang berharap kerawitan tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler.

Tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter yang mampu melahirkan generasi muda yang berbudaya, berintegritas, serta tetap mencintai warisan budaya Indonesia di tengah arus globalisasi.

 

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *