Malanginspirasi.com – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang resmi membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) untuk Tahun Akademik 2026/2027.
Berlangsung selama dua hari di area kampus UNITRI Kota Malang, kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 693 mahasiswa baru.
PKKMB tahun ini mengusung tema “Berproses dalam Kebhinekaan”.
Selain mengenalkan iklim akademik dan lingkungan kampus, agenda ini difokuskan sebagai wadah awal untuk memupuk kebersamaan, rasa toleransi, kolaborasi, serta pemahaman akan budaya kampus yang multikultural.
Rektor UNITRI, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, S.E., M.Com., Ph.D., menegaskan bahwa PKKMB merupakan program berkala sekaligus bentuk tanggung jawab moral perguruan tinggi untuk mendampingi transisi mahasiswa baru.
“Ini kegiatan kedua dalam rangkaian kegiatan penerimaan mahasiswa baru. PKKMB selalu menjadi kegiatan rutin ketika kampus bertanggung jawab untuk mengenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru,” ujar Dodi, Selasa (1/9/2026).
Dodi menjelaskan, pemilihan tema kebhinekaan didasari oleh karakter multikultur yang melekat kuat pada UNITRI, tempat bertemunya mahasiswa dari pelbagai daerah, latar belakang suku, agama, serta budaya.
Oleh karena itu, penanaman nilai kebhinekaan disisipkan dalam setiap materi. Mahasiswa baru tak hanya dibekali pemahaman aturan akademik, tetapi juga didorong untuk membangun iklim kampus yang inklusif dan penuh toleransi.
Baca Juga:
Ferdiyanto Ngongo, Mahasiswa Terbaik Unitri ini Harus Rela Rayakan Wisuda Sendirian
“UNITRI selalu dikenal sebagai kampus yang multikultur. Sehingga dalam semua materi, saya yakin penekanannya lebih kepada konteks bagaimana membangun kebersamaan, toleransi, dan sama-sama memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk maju,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa heterogenitas ini harus difungsikan sebagai kekuatan dan modal sosial untuk mempererat kerja sama antarmahasiswa, bukan menjadi sekat pemisah.
Di samping itu, PKKMB diharapkan dapat mempercepat akselerasi adaptasi para mahasiswa baru di lingkungan pendidikan tinggi.
Menurutnya, pemahaman terhadap sistem perkuliahan sejak awal sangat krusial agar mahasiswa tidak mengalami kendala orientasi saat perkuliahan dimulai.
“Saya harap mahasiswa baru lebih cepat mengenali bagaimana ekosistem perguruan tinggi itu sebenarnya. Sehingga mereka bisa jauh lebih cepat untuk beradaptasi,” katanya.
Dengan demikian, mahasiswa siap menjalankan fungsi dan kewajibannya secara penuh sejak hari pertama perkuliahan.
“Di awal-awal perkuliahan mereka sudah tidak bingung lagi, sudah tahu apa yang harus dilakukan, kewajiban apa dan tanggung jawabnya apa,” lanjut Dodi.
Sajikan Pembekalan Akademik hingga Isu Proteksi Kemahasiswaan
Kepala Biro Kemahasiswaan UNITRI sekaligus Penanggung Jawab PKKMB, Fendiyatmi Kusufa, S.E., M.M., memaparkan bahwa materi selama dua hari dirancang secara komprehensif untuk memberikan gambaran utuh tentang dinamika kampus.
Pembekalan mencakup materi Bela Negara, wawasan akademik, mekaniseme Kartu Rencana Studi (KRS) dan Kartu Hasil Studi (KHS), regulasi cuti akademik, hingga pengenalan budaya kampus.
Selain aspek akademis, peserta dibekali materi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) yang mencakup pencegahan perundungan (bullying), kekerasan seksual, serta bentuk perlakuan salah lainnya, disamping penguatan fasilitas bimbingan konseling.
Materi Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) turut diberikan untuk menjamin keselamatan aktivitas kemahasiswaan.
“Harapannya, dengan mengenal kampus lebih jauh dan dengan beberapa materi yang disampaikan, mahasiswa lebih mencintai kampus, menjaga almamater dengan sebaik-baiknya, menjaga nama baik kampus dengan sebaik-baiknya,” ujar Fendiyatmi.
Ia menambahkan, interaksi mahasiswa dan institusi harus didasari pola hubungan kolaboratif, di mana mahasiswa diposisikan sebagai subjek aktif dalam ekosistem kampus, bukan sekadar penerima jasa pendidikan.
Wadah Minat Bakat dan Keragaman Asal Daerah
Guna mendukung penyesuaian minat dan bakat, UNITRI turut memfasilitasi sesi pengenalan organisasi kemahasiswaan dan 25 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bagi para peserta, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Fendiyatmi juga menyoroti persebaran daerah asal mahasiswa baru yang sangat luas. Salah satu populasi dominan berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya wilayah Sumba (Sumba Barat Daya, Sumba Timur, Sumba Tengah, dan Sumba Barat) serta wilayah Manggarai (Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat).
Latar belakang yang beragam tersebut makin mengukuhkan komitmen UNITRI dalam mengarusutamakan nilai kebhinekaan pada proses pembelajaran.
“Mahasiswa di sini beragam, dari berbagai daerah, suku, agama, dan ras. Dengan tema ini, mereka semua bisa mengukir cerita dari setiap daerah dan bersama-sama mengukir prestasi di kampus UNITRI, baik akademik maupun nonakademik,” jelas Fendiyatmi.
Menurutnya, pemahaman lingkungan kampus secara mendalam menjadi fondasi dasar munculnya rasa memiliki (sense of belonging) terhadap almamater.
“Tidak kenal maka tak sayang. Dengan pengenalan ini semakin tumbuh rasa sayang, rasa cinta, sehingga saling memiliki, saling berkolaborasi, dan bekerja sama antara mahasiswa dengan dosen maupun dengan kampus,” pungkasnya.
Melalui seluruh rangkaian ini, PKKMB UNITRI 2026 diarahkan untuk mencetak mahasiswa yang adatif, paham tanggung jawab akademis, serta siap bertumbuh dalam ruang keberagaman yang inklusif.







