NGOPI SAM di FSTeM UB: Peneliti Ahli Madya BRIN Ini Paparkan Inovasi Glutation Sebagai Pemanfaatan Bioteknologi Molekuler dan Rekayasa Genetika

Pendidikan68 views

Malanginspirasi.com – Peneliti Ahli Madya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Farida Rahayu M.P.,Ph.D. memaparkan tentang  pemanfaatan bioteknologi molekuler untuk menjawab berbagai tantangan di sektor industri dan lingkungan dalam acara NGOPI SAM (Ngobrol dan Ngopi Santai Bersama Media)  di Ruang Talent FSTeM Universitas Brawijaya (UB) pada Jumat (18/9/2026).

Farida menekankan pentingnya pemanfaatan mikroorganisme melalui pendekatan bioproses dan rekayasa genetika.

Farida Rahayu yang merupakan lulusan S1 Biologi FMIPA UB (1996–2000), S2 Teknologi Pertanian UB (2005–2007), serta meraih gelar doktor bidang Molecular Biotechnology dari Hiroshima University Jepang (2014–2019),

Salah satu fokus riset terdepannya yang dikembangkan sejak tahun 2025 adalah produksi glutation—senyawa master antioxidant yang tersusun atas glutamat, sisteina, dan glisina.

Produksi glutation dari ragi sisa industri (spent yeast) pembuatan bioetanol, dengan membandingkan berbagai teknik ekstraksi serta dampaknya terhadap penerapan komersial di bidang bioteknologi (Production of Glutathione from Spent Yeast of Bioethanol Manufacture: Impact of Extraction Techniques with Commercial Applicability of Biotechnological Significance).

Glutation sendiri merupakan master antioxidant yang tersusun atas glutamat, sisteina, dan glisina, dengan aplikasi penting di sektor pangan, kesehatan, dan bioteknologi.

Melalui konsep bioproses terintegrasi, seluruh tahapan dari pemanfaatan bahan baku lim biomass hingga ekstraksi dirancang dalam satu rangkaian terhubung untuk memaksimalkan efisiensi sumber daya dan mengurangi limbah industri.

Baca Juga:
Dorong Pertanian Berkelanjutan, Guru Besar FSTeM UB Kembangkan POC dan PHC Diperkaya Beauveria bassiana

Melalui pendekatan bioproses terintegrasi, seluruh tahapan dari pemanfaatan bahan baku hingga ekstraksi dirancang dalam satu rangkaian terhubung untuk memaksimalkan efisiensi sumber daya sekaligus meminimalisasi limbah.

Selain itu, Farida turut terlibat dalam pengembangan Microbial Biostimulant berbasis metagenomik dan metabolomik guna mengatasi ancaman penyakit layu Fusarium pada tanaman pisang endemik.

Pendekatan metagenomik digunakan untuk memetakan potensi materi genetik mikroorganisme di tanah, sedangkan metabolomik menganalisis senyawa biologis yang dihasilkan.

Kombinasi kedua teknik ini diarahkan untuk mendukung restorasi lahan perkebunan secara alami dan berkelanjutan.

Di sektor energi terbarukan, riset yang dimulainya sejak 2023 berfokus pada pengembangan bakteri rekombinan termofilik asetogen asal Indonesia.

Mikroorganisme unggulan ini dimanfaatkan sebagai agen hayati untuk mengonversi biomassa lignoselulosa dan residu pertanian menjadi bioetanol.

Inovasi tersebut juga telah terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa paten desain plasmid DNA bakteri termoasetogen lokal sebagai vektor pembawa gen target.

Tidak hanya fokus pada industri dan energi, riset Farida juga menyasar pemulihan lingkungan melalui pemanfaatan bakteri ligninolitik untuk bioremediasi.

Kemampuan enzimatik bakteri tersebut dimanfaatkan untuk dekolorisasi zat pewarna kompleks pada limbah tekstil, farmasi, rumah sakit, dan domestik, sekaligus mereduksi konsentrasi pencemaran logam berat di lingkungan.

Secara keseluruhan, rangkaian riset yang dijalankan berfokus pada pengoptimalan mikroorganisme, rekayasa genetika, dan teknologi bioproses guna menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus memberikan solusi nyata terhadap isu keberlanjutan lingkungan.

 

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *