Lawan Stunting dengan Bahan Lokal, Tim Dosen UMM dampingi Ibu Balita di Karangploso

Malanginspirasi.com – Sejumlah posyandu di wilayah Karangploso menggelar kegiatan pengabdian masyarakat untuk mendukung pencegahan stunting pada balita. Program ini memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai bahan utama dalam menyusun menu bergizi sehari-hari anak.

Kegiatan yang digagas oleh tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu balita dalam memilih, mengolah, dan menyajikan makanan bergizi berbasis bahan pangan yang mudah didapat di lingkungan sekitar.

Tim pengabdian masyarakat terdiri dari dosen Fakultas Keperawatan dan Fakultas Psikologi UMM, yaitu:

  • Ika Rizki Anggraini, S.Kep.Ns.M.Kep
  • Dr. Siti Maimunah, S.Psi., M.M., M.A.
  • Ratih Eka Pertiwi, M.Psi.

Menurut tim, program ini dirancang secara berkelanjutan melalui pendampingan langsung kepada para ibu. Kegiatan mencakup penyuluhan mengenai pentingnya gizi seimbang. Juga melakukan simulasi praktik pengolahan pangan lokal seperti sayuran, umbi-umbian, kacang-kacangan, telur, ikan, dan sumber protein lokal lainnya menjadi menu sehat yang menarik bagi anak-anak.

Selain edukasi dan praktik memasak, kegiatan ini juga meliputi pemantauan tumbuh kembang balita.

Tim melakukan pengukuran dan evaluasi pertumbuhan anak secara rutin, sekaligus memberikan arahan kepada orang tua mengenai pola asuh yang tepat, pola makan sehat, serta pentingnya pemeriksaan rutin ke posyandu sebagai upaya deteksi dini risiko stunting.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pencegahan stunting tidak harus bergantung pada makanan mahal. Bahan pangan lokal yang tersedia di sekitar kita dapat diolah menjadi makanan bernutrisi tinggi yang mendukung pertumbuhan optimal anak,” ujar salah satu anggota tim.

Ibu-ibu yang memiliki anak balita serius mendengarkan pengarahan dari Tim Dosen UMM. (Ist)

Baca Juga:

Makanan Bergizi Gratis, Tak Perlu Mahal untuk Sehat

Program pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadi model replikasi di wilayah lain. Terutama dalam memberdayakan ibu sebagai garda terdepan dalam pemenuhan gizi keluarga.

Dengan pendekatan yang holistik, menggabungkan aspek keperawatan dan psikologi, kegiatan ini tidak hanya menyasar aspek fisik. Tetapi juga pola asuh dan kesiapan mental orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mengatasi masalah gizi masyarakat, khususnya penurunan angka stunting di tingkat kecamatan.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *