Tak Hanya Beri Semangat, Wabup Malang Juga Beberkan Strategi Jitu Mempersiapkan Masa Purnabakti

Malanginspirasi.com – Wakil Bupati (Wabup) Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib memberikan pesan bahwa purnabakti hanyalah akhir dari sebuah jabatan, bukan akhir dari pengabdian dalam acara sharing session Penyelenggaraan Pelatihan Persiapan Purnabakti Kelas Eksekutif (Blended Learning) Tahun Anggaran 2026, Senin (27/7/2026)

Berlangsung di Pondok Pesantren Al-Azhar, Desa Patok Picis, Kecamatan Wajak, acara ini mengambil tema “Tetap Sejahtera di Usia Senja : Strategi Mengelola Kehidupan Berkualitas Pasca Purnabakti”.

Acara ini merupakan prakarsa dari Balai Diklat Keuangan Malang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

”Sebuah kegiatan yang sangat strategis untuk membekali para aparatur dan profesional yang akan memasuki masa purnabakti agar mampu menjalani kehidupan berikutnya dengan penuh kesiapan, optimisme, dan kebermaknaan,” katanya dalam sambutan.

Baca Juga:

Buka Pembahasan Trayek Batas PPTPKH, Wabup Malang Dorong Kepastian Hak Tanah dan Kelestarian Hutan

Penandatanganan MoU Strategis antara UB dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kolaborasi Sektor Pendidikan dan Industri

Ia mengatakan persiapan menuju purnabakti bukan hanya menyangkut administrasi kepegawaian, tetapi juga merupakan proses mempersiapkan diri secara menyeluruh.

“Baik dari sisi mental, kesehatan, sosial, spiritual, maupun ekonomi,” tegasnya.

Menurutnya, tidak sedikit orang yang memandang masa pensiun sebagai akhir dari produktivitas.

Padahal sesungguhnya, lanjut Lathifah, purnabakti hanyalah akhir dari sebuah jabatan, bukan akhir dari pengabdian.

“Di mana yang berakhir adalah masa tugas formal, tetapi pengalaman, pengetahuan, integritas, serta semangat untuk memberi manfaat kepada masyarakat tetaplah menjadi aset yang sangat berharga,” kata dia.

Bahkan, Lathifah memberikan semangat tersendiri bagi para lansia.

”Justru pada fase inilah seseorang memiliki kesempatan lebih luas untuk menjalani hidup secara lebih seimbang,” paparnya.

Lathifah mengatakan bahwa mereka justru memiliki waktu yang sebelumnya banyak tercurah untuk pekerjaan sehingga dapat dialihkan untuk keluarga, kegiatan sosial, pengembangan diri, aktivitas keagamaan, hingga berbagai bentuk kewirausahaan maupun pemberdayaan masyarakat.

“Sesuai tema kali ini, sejahtera di usia senja tidak hanya diukur dari kecukupan materi, tetapi juga dari kesehatan fisik, ketenangan batin, hubungan keluarga yang harmonis, lingkungan sosial yang positif, serta kesempatan untuk terus berkarya,” jelasnya.

Strategi Hadapi Masa Purnabakti

Dalam kesempatan tersebut, Lathifah membeberkan sejumlah strategi  penting untuk dipersiapkan menjelang purnabakti.

Strategi tersebut, katanya termasuk membangun kesiapan mental, menjaga kesehatan sebagai investasi utama, mengelola keuangan secara bijaksana, tetap produktif dan terus belajar, dan memperkuat kehidupan keluarga dan spiritualitas.

”Selamat mengikuti seluruh rangkaian Pelatihan Persiapan Purnabakti Kelas Eksekutif. Semoga kegiatan ini menjadi bekal yang bermanfaat dalam menyongsong masa purnabakti yang sehat, mandiri, produktif, dan bahagia,” harap Lathifah.

Dalam kesempatan tersebut, Lathifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara yang menghadirkan acara dengan puluhan calon purna bakti yang turut berpartisipasi.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *