Malanginspirasi.com – Membangun komunikasi yang dekat dengan masyarakat menjadi salah satu komitmen yang diusung Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol. Danang Setiyo P. S., S.H., S.I.K., M.H., dalam menjalankan tugasnya memimpin Polresta Malang Kota.
Komitmen tersebut terwujud melalui kegiatan Curhat Kamtibmas dan Keliling Pos Kamling bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang.
Kegiatan yang berpusat di Monumen Pahlawan Hamid Rusdi, Jalan Kalisari Wonokoyo, itu menjadi ruang dialog antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Sekitar 100 warga hadir bersama jajaran Forkopimda, perangkat daerah, tokoh masyarakat, Ketua RT/RW, serta pejabat utama Polresta Malang Kota.
Turut hadir Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, Pengamat Kepolisian Bambang Rukminto, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Malang.
Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol. Danang Setiyo menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program positif yang telah berjalan.
Sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Malang.
“Kami ingin terus bersinergi dengan Forkopimda dan seluruh masyarakat untuk menjaga Kota Malang tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujar Kombes Pol. Danang Setiyo.
Menurutnya, program Curhat Kamtibmas menjadi sarana komunikasi dua arah yang memungkinkan masyarakat menyampaikan berbagai persoalan secara langsung.
Sehingga solusi dapat dirumuskan bersama sesuai kewenangan masing-masing.
Selain berdialog dengan warga, Kapolresta Malang Kota bersama jajaran Forkopimda juga meninjau Pos Kamling.
Hal ini sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Harapannya keberadaan Pos Kamling terus diperkuat sebagai garda terdepan dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
Warga menyampaiakn beragam aspirasi dalam forum tersebut.
Mulai keberlanjutan Program SIM Bhabinkamtibmas, penataan mekanisme penutupan jalan saat kegiatan masyarakat, peluang bagi penyandang disabilitas untuk bergabung menjadi anggota Polri, hingga harapan percepatan pembangunan Pasar Gadang.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolresta memastikan Program SIM Bhabinkamtibmas tetap dilaksanakan.
Sementara terkait penutupan jalan saat penyelenggaraan kegiatan masyarakat, menurutnya perlu musyawarah warga dan koordinasi dengan pemerintah setempat agar tidak mengganggu kepentingan masyarakat luas.
Ia juga menegaskan bahwa Polri telah membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengikuti proses rekrutmen sesuai ketentuan yang berlaku.
Informasi mengenai penerimaan anggota Polri akan terus disosialisasikan hingga tingkat Polsek agar dapat diakses masyarakat secara luas.
Selain itu, masyarakat diimbau memanfaatkan berbagai kanal pengaduan yang telah disediakan Polri.
Termasuk layanan Call Center 110, sehingga setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara cepat sesuai wilayah hukum masing-masing.
Baca Juga:
Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi Resmi Pimpin Polresta Malang Kota
Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin mengapresiasi pendekatan yang dilakukan Polresta Malang Kota melalui forum Curhat Kamtibmas karena dinilai mampu memperkuat komunikasi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat.
“Kami mengapresiasi langkah Polresta Malang Kota yang membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat. Kolaborasi seperti ini sangat penting agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara cepat, tepat, dan sesuai kewenangan masing-masing,” ujar Ali Muthohirin.
Ia juga mendorong camat, lurah, dan seluruh perangkat wilayah untuk terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat, termasuk dalam penanganan persoalan sosial seperti stunting, anak putus sekolah, hingga berbagai persoalan sosial lainnya agar dapat dicegah sejak dini.
Melalui pendekatan dialogis dan penguatan kemitraan dengan masyarakat, Kapolresta Malang Kota berharap berbagai persoalan keamanan maupun sosial dapat ditangani secara lebih cepat, tepat sasaran, serta melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas Kota Malang.







