Melalui Peringatan Prasasti Sangguran, Pegiat Budaya Malang Raya Gaungkan Semangat Nguri-uri Warisan Leluhur

Malanginspirasi.com – Semangat menjaga warisan leluhur kembali digaungkan melalui peringatan Prasasti Sangguran, peninggalan sejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan kawasan Malang Raya dan perjalanan peradaban masyarakat Jawa pada masa lampau.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Minggu (2/8/2026) ini melibatkan sejumlah pegiat budaya dari berbagai wilayah di Malang Raya. Ketua Komisi E DPRD Jatim, Dr. Sri Untari juga turut menghadiri peringatan tersebut.

Beragam pertunjukan seni dan tari tradisional ditampilkan untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, mengenal kembali sejarah dan warisan para leluhur.

Suasana acara berlangsung semarak. Berbagai penampilan budaya menjadi bagian dari upaya menghadirkan sejarah tidak hanya lewat cerita, tetapi juga melalui kesenian yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa peninggalan sejarah bukan sekadar benda masa lalu, melainkan bagian dari identitas yang perlu dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Nilai Sejarah Prasasti Sangguran bagi Malang Raya

Dalam kegiatan tersebut dipaparkan bahwa Prasasti Sangguran memiliki nilai sejarah penting bagi masyarakat Malang Raya. Peninggalan ini berkaitan dengan penetapan wilayah Sangguran pada masa Jawa Kuno.

Namun dalam perkembangannya, prasasti tersebut diketahui kini berada di luar Indonesia. Upaya membawa pulang Prasasti Sangguran ke Tanah Air pun menjadi perhatian para pegiat sejarah dan budaya.

Menurut narasumber dalam kegiatan itu, komunikasi dan berbagai upaya terus dilakukan agar prasasti tersebut suatu saat dapat kembali ke Indonesia. Meski begitu, proses pemulangan diakui membutuhkan tahapan panjang, termasuk soal pembiayaan dan negosiasi.

Kembalinya prasasti itu dinilai memiliki arti penting, bukan hanya sebagai pemulangan sebuah artefak, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mengembalikan jejak sejarah kepada masyarakat tempat peninggalan tersebut berasal.

Melalui peringatan Prasasti Sangguran, Sri Untari mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal dan melestarikan warisan budaya leluhur. (Ist)
Pegiat Budaya Jaga Ingatan tentang Sangguran

Para pegiat budaya di Malang Raya turut mengambil peran dalam menjaga ingatan masyarakat terhadap Prasasti Sangguran. Salah satu upayanya adalah menghadirkan replika prasasti yang dibuat dan ditatah sebagai media edukasi sejarah.

Replika tersebut menjadi sarana agar masyarakat tetap dapat mengenal bentuk dan keberadaan Prasasti Sangguran, meski peninggalan aslinya belum berada di Indonesia.

Semangat yang dibangun sederhana namun bermakna kuat. Masyarakat tidak boleh melupakan sejarahnya sendiri. Melalui kegiatan kebudayaan, sejarah yang mungkin terasa jauh bagi generasi muda coba dihadirkan kembali lewat pendekatan yang lebih dekat, mulai dari seni pertunjukan, tari, hingga pengenalan terhadap peninggalan arkeologi.

Selain Prasasti Sangguran, narasumber juga menyinggung keberadaan peninggalan prasasti lain di Jawa Timur yang dapat memperkaya pemahaman mengenai sejarah kawasan tersebut.

Salah satunya adalah prasasti yang ditemukan di wilayah Mojokerto oleh kalangan arkeolog. Kondisinya disebut masih cukup lengkap dan memiliki keterkaitan dengan rekonstruksi sejarah masa Jawa Kuno.

Temuan-temuan itu memperlihatkan bahwa Jawa Timur menyimpan jejak sejarah yang sangat kaya. Karena itu, pelestarian situs, prasasti, artefak, maupun tradisi yang berkaitan dengan peninggalan masa lalu dinilai membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Bukan hanya pemerintah dan akademisi, tetapi juga masyarakat luas.

Warisan Leluhur sebagai Identitas Bangsa

Pesan utama dalam kegiatan tersebut adalah ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama nguri-uri atau menjaga dan melestarikan peninggalan para leluhur. Warisan sejarah dinilai memiliki peran penting dalam membangun karakter dan jati diri sebuah bangsa.

Masyarakat diajak mengambil nilai-nilai baik yang diwariskan generasi terdahulu, lalu menerapkannya dalam kehidupan saat ini. Gotong royong, keteguhan, kebersamaan, serta kepedulian terhadap budaya menjadi sejumlah nilai yang ingin terus dihidupkan.

Pelestarian sejarah dengan demikian tidak berhenti pada menjaga benda peninggalan semata. Tetapi juga menjaga pengetahuan dan nilai yang terkandung di dalamnya.

Melalui peringatan Prasasti Sangguran, para pegiat budaya berharap masyarakat semakin menyadari bahwa memahami masa lalu merupakan salah satu jalan untuk membangun masa depan. Dengan mengenali akar sejarahnya, generasi sekarang diharapkan mampu mempertahankan jati diri sekaligus membawa nilai-nilai luhur tersebut dalam perjalanan Indonesia menjadi bangsa yang semakin besar.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *