Malanginspirasi.com – Batikiss kembali menjadi ruang pembelajaran budaya bagi generasi muda dunia melalui kegiatan Batik Workshop bersama AIESEC in Universitas Brawijaya.
Berlangsung pada Rabu, 22 Juli lalu, kegiatan ini menghadirkan peserta internasional dan mahasiswa lokal dalam program Incoming Global Volunteer (iGV) untuk mengenal secara langsung warisan budaya Indonesia melalui pengalaman membatik di Galeri Batikiss, Malang.
Kolaborasi ini merupakan implementasi dari kerja sama yang telah dibangun antara Batikiss dan AIESEC in Universitas Brawijaya melalui Letter of Agreement (LoA) yang ditandatangani pada Mei 2026.
Dalam perjanjian tersebut, kedua belah pihak sepakat menyelenggarakan kegiatan membatik bagi peserta internasional sebagai bagian dari penguatan pertukaran budaya dan pengembangan kepemimpinan global.
Owner Batikiss, Belinda Dewi Regina, menyampaikan bahwa batik bukan sekadar produk kerajinan, tetapi merupakan media untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya, filosofi, kreativitas, dan identitas bangsa kepada masyarakat dunia.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami proses membatik secara langsung sehingga memperoleh pengalaman autentik mengenai kekayaan budaya Indonesia.
Sebelum praktik membatik dimulai, peserta memperoleh sesi pengenalan mengenai sejarah batik Indonesia, filosofi motif, serta perjalanan Batikiss dalam mengembangkan industri kreatif berbasis budaya.
Materi tersebut berlanjut dengan demonstrasi teknik membatik yang dipandu langsung oleh tim Batikiss sehingga peserta dapat memahami setiap tahapan produksi secara sistematis.
Dalam sesi praktik, peserta terlebih dahulu mengikuti workshop batik shibori yang relatif cepat dan mudah dipelajari.
Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan teknik batik tulis menggunakan canting.
Rangkaian kegiatan ini telah dirancang bersama melalui beberapa kali koordinasi antara Batikiss dan AIESEC sehingga proses pembelajaran berjalan efektif dan interaktif.
Sambil menunggu hasil karya mengering, peserta mengikuti sesi berbagi pengalaman (sharing session) yang membahas perkembangan industri batik, peluang ekonomi kreatif, serta pentingnya pelestarian budaya di tengah arus globalisasi.
Baca Juga:
ISTTS dan LPK CKW Gelar Workshop Google NotebookLM dan Sertifikasi Gemini AI di Malang
Pelatihan Gratis Membuat Batik Batikiss Ramaikan Pagelaran Seni MGMP Kota Malang
Diskusi berlangsung dua arah dengan antusiasme tinggi, di mana peserta internasional juga berbagi pengalaman mengenai budaya tekstil tradisional dari negara asal mereka.
Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari alur acara yang telah disepakati dalam rapat koordinasi sebelumnya.
Program ini menjadi bagian dari misi AIESEC sebagai organisasi kepemudaan internasional yang mengembangkan kepemimpinan melalui pengalaman lintas budaya.
AIESEC saat ini hadir di lebih dari 128 negara dan menjalankan berbagai program pertukaran pemuda berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk Incoming Global Volunteer yang membawa relawan internasional untuk belajar sekaligus berkontribusi dalam berbagai proyek sosial di Indonesia.
Bagi Batikiss, kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperluas promosi budaya Indonesia kepada masyarakat internasional sekaligus memperkenalkan batik sebagai bagian dari identitas bangsa yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan ekonomi kreatif.
Kehadiran peserta dari berbagai negara diharapkan mampu membangun jejaring budaya yang lebih luas serta meningkatkan apresiasi terhadap batik Indonesia di tingkat global.
Selain menghasilkan pengalaman budaya yang berkesan, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, organisasi kepemudaan internasional, dan pelaku industri kreatif.
Batikiss bersama AIESEC in Universitas Brawijaya juga berkomitmen mengembangkan dokumentasi kegiatan serta kolaborasi publikasi digital sebagai upaya memperluas dampak edukasi budaya kepada masyarakat.
Melalui kegiatan membatik bersama AIESEC in Universitas Brawijaya pada 22 Juli 2026, Batikiss menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan kolaborasi global.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program internasional berikutnya yang mampu menjadikan batik Indonesia semakin dikenal, dicintai, dan diwariskan kepada generasi muda dunia sebagai salah satu kekayaan budaya yang membanggakan.







