Bupati Malang Apresiasi Manfaat Mendalankulon Tempo Doeloe

Malanginspirasi.com -Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi MM mengatakan bahwa kegiatan Mendalankulon Tempo Doeloe mampu menjadi agenda dengan manfaat luas bagi masyarakat.

Menurutnya,  pembangunan tidak hanya berbicara tentang jalan, gedung, dan infrastruktur namun sesungguhnya juga harus membangun manusianya, kebersamaannya, kreativitasnya, dan karakter masyarakatnya.

Ia menyampaikan hal tersebut  saat menghadiri acara Mendalankulon Tempo Doeloe berlokasikan di Desa Mendalanwangi Kecamatan Wagir, Kamis (3/9) malam.

Dalam sambutannya, Sanusi menyampaikan bahwa atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Malang, memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, Karang Taruna Adikara Mandala, serta seluruh masyarakat Mendalankulon, yang telah berinisiatif menyelenggarakankegiatan ini.

Mendalankulon Tempo Doeloe bukan sekadar sebuah acara hiburan tetapi juga ruang  merawat kebersamaan, melestarikan tradisi, mengenalkan kekayaan budaya, sekaligus menggerakkan potensi ekonomi masyarakat.

“Ini menunjukkan bahwa semangat masyarakat Mendalankulon adalah semangat guyub rukun, gotong royong, dan bersama-sama membangun lingkungan yang lebih maju tanpa meninggalkan akar budaya serta tradisi yang kita miliki,” tutur Sanusi.

Istilah “Tempo Doeloe” mengingatkan bahwa perjalanan menuju masa depan tidak boleh membuat kita untuk melupakan masa lalu.

Kemajuan teknologi dan perkembangan zaman harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga nilai-nilai luhur, budaya, serta kearifan lokal yang diwariskan oleh para pendahulu kita.

Baca Juga:

Sanusi Tegaskan Akan Konsisten dengan Perda Antimaksiat

Lewat festival kuliner tradisional, juga memperkenalkan kembali cita rasa dan kekayaan pangan lokal.

Melalui pertunjukan kesenian dan kompetisi tari, kita memberikan ruang bagi generasi muda untuk mencintai budaya bangsanya.

“Tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu mendorong perekonomian warga, UMKM, pelaku kuliner, seniman, serta para pelaku ekonomi kreatif lokal,” jelasnya.

Bupati Malang berpesan kepada generasi muda agar terus menjadi motor penggerak di tengah masyarakat. Pemuda harus hadir membawa gagasan, energi, dan inovasi.

Namun, inovasi tersebut harus tetap berlandaskan pada nilai-nilai gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Jangan pernah merasa bahwa membangun daerah hanya menjadi tugas pemerintah. Pembangunan Kabupaten Malang membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat, termasuk para pemuda,” pungkas Sanusi.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *