Siswa MAN 1 Kota Malang Soroti Pengaruh Influencer terhadap Perilaku Konsumtif Remaja

Malanginspirasi.com – Perkembangan media sosial yang semakin dekat dengan kehidupan remaja mendorong siswa MAN 1 Kota Malang untuk mengkaji pengaruh influencer terhadap perubahan gaya hidup konsumtif.

Penelitian ini berangkat dari semakin besarnya peran platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube dalam membentuk opini, identitas, serta gaya hidup remaja.

Berbagai konten mengenai tren, produk viral, dan kehidupan influencer dapat memengaruhi cara remaja memandang suatu produk maupun menentukan keputusan konsumsi.

Tim SOCIA melihat bahwa pengaruh influencer tidak hanya berkaitan dengan seberapa sering remaja melihat konten.

Kedekatan emosional yang dirasakan pengikut terhadap influencer juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan.

Kondisi tersebut dikenal sebagai hubungan parasosial, yaitu hubungan satu arah ketika seseorang merasa dekat dengan figur media meskipun tidak berinteraksi secara langsung.

Dalam penelitian ini, identifikasi parasosial ditempatkan sebagai variabel mediator yang membantu menjelaskan bagaimana paparan terhadap influencer dapat berkaitan dengan perubahan gaya hidup konsumtif.

Sementara itu, Fear of Missing Out (FOMO) digunakan sebagai variabel moderator yang diperkirakan dapat memperkuat atau memperlemah hubungan antara identifikasi parasosial dan gaya hidup konsumtif.

“Kami tertarik meneliti fenomena ini karena influencer saat ini tidak hanya menjadi sumber hiburan, tetapi juga dapat memengaruhi cara remaja melihat tren, produk, dan gaya hidup. Kami ingin memahami apakah kedekatan yang dirasakan remaja dengan influencer serta rasa takut tertinggal tren dapat berkaitan dengan munculnya perilaku konsumtif.” ujar Yulia Dayuk Kusuma Ratih, ketua tim peneliti.

Penelitian ini menggunakan Teori Pembelajaran Sosial Albert Bandura sebagai salah satu landasan utama.

Teori ini menjelaskan bahwa perilaku seseorang dapat terbentuk melalui proses pengamatan, peniruan, dan penguatan sosial.

Dalam konteks penelitian, remaja dapat mengamati gaya hidup yang ditampilkan influencer kemudian terdorong untuk meniru perilaku tersebut.

Untuk memperoleh data, penelitian ini dirancang menggunakan metode Mixed Methods dengan desain Sequential Explanatory, yaitu tahap pertama dilakukan secara kuantitatif melalui kuesioner untuk menguji hubungan antara intensitas paparan influencer, identifikasi parasosial, FOMO, dan gaya hidup konsumtif.

Kemudian dilanjutkan dengan tahap kualitatif melalui wawancara mendalam kepada sebagian responden berdasarkan hasil kuantitatif untuk memahami bentuk, dan motif fenomena parasosial remaja, termasuk alasan mengikuti influencer, membeli produk yang direkomendasikan, perasaan ketika melihat orang lain
memiliki produk yang sedang tren serta perubahan gaya hidup yang dirasakan.

Baca Juga:

Tips Menerapkan Gaya Hidup Sehat yang Sederhana dan Efektif

Sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan inferensial dengan Moderated Mediation Analysis Model 14 Hayes PROCESS Macro, kemudian hasil kedua tahap tersebut dipadukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.

“Kami tidak ingin melihat influencer atau media sosial sebagai sesuatu yang sepenuhnya negatif. Justru melalui penelitian ini, kami ingin mengetahui faktor-faktor yang membuat pengaruh tersebut dapat menjadi lebih kuat, sehingga remaja dapat lebih sadar dan bijak dalam menyikapi konten yang mereka lihat setiap hari.” tambah Yulia Dayuk Kusuma Ratih, ketua tim peneliti.

Melalui penelitian ini, Tim SOCIA berharap dapat memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai dinamika psikososial yang melatarbelakangi perilaku konsumtif remaja di era digital.

Penelitian ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja agar lebih kritis dalam menerima rekomendasi influencer dan mampu mengontrol perilaku konsumtif.

Penelitian ini sekaligus menjadi upaya siswa MAN 1 Kota Malang untuk menghasilkan karya ilmiah yang dekat dengan kehidupan remaja.

Dengan mengkaji fenomena influencer, hubungan parasosial, dan FOMO, Tim SOCIA berupaya menghadirkan perspektif psikososial terhadap perubahan perilaku konsumsi generasi muda di tengah perkembangan media sosial.

Penulis: Yulia Dayuk Kusuma Ratih & Athayya Rajwaa Rasendria
Sumber: Tim Peneliti OPSI 2026, Tim SOCIA MAN 1 Kota Malang

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *