Siswa SMA Taman Harapan Malang Ini Jadi Atlet Barongsai hingga Muaythai, Ini Rahasia Yesaya Capai Prestasi Hingga Tingkat Nasional

Malanginspirasi.com – Siswa kelas XII SMA Taman Harapan Malang  Yesaya Sandjaya Purnomo, meraih capaian prestasi mentereng sebagai atlet di cabang olahraga Barongsai adalah impian sejak kecil.

Berawal dari sekadar kekaguman melihat atraksi lompatan barongsai sewaktu duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP),  kini ia menjadi salah satu atlet muda berbakat di Kota Malang.

Bahkan ia tak hanya menekuni seni pertunjukan barongsai, tetapi juga aktif menggeluti pelbagai cabang olahraga beladiri seperti Muaythai dan Pencak Silat.

Kiprah Yesaya di seni pertunjukan sekaligus cabang olahraga barongsai ini telah berjalan sekitar lima tahun.

Ketertarikannya bermula dari keindahan gerak dan dinamika atraksi barongsai yang penuh dengan aksi lincah serta ketangkasan.

Yesaya (tengah) saat meraih Juara 1 Porprov Jatim Barongsai Kategori Naga Kecepatan (Istimewa)

“Dulu waktu kecil, sekitar SMP, lihat barongsai itu rasanya senang sekali karena bisa loncat-loncat. Selain itu memang suka dan hobi,” ujar Yesaya.

Baca Juga:

Kenyang Prestasi di Usia 16 Tahun, Atlet Muaythai Wyona Anyaci Siap Bertarung di Malang Super Fight ke-27

Guna mengasah kemampuannya, Yesaya bergabung dengan klub barongsai legendaris di Klenteng Eng An Kiong Kota Malang.

Di bawah naungan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Yesaya menjalani program latihan intensif untuk menjaga stamina dan kualitas performanya.

Di luar jadwal rutin, persiapan fisik mandiri seperti lari dan latihan beban di pusat kebugaran menjadi makanan sehari-harinya.

Seluruh fasilitas pendukung fisik tersebut didapatkan secara gratis atas dukungan KONI.

Disiplin tinggi yang ditunjukkannya membuahkan deretan prestasi membanggakan.

Sepanjang kiprahnya, Yesaya telah tampil dalam 9 hingga 10 kejuaraan dari tingkat daerah, kota, provinsi, hingga nasional.

Prestasi mentereng yang berhasil disabetnya antara lain Juara 1 Kategori Naga Kecepatan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025.

Tren positif tersebut berlanjut pada Kejurprov Jatim 2026 Piala Wali Kota Surabaya, di mana ia sukses merebut Juara 1 Kategori Barongsai Ketangkasan Gua You sekaligus Juara 1 Kategori Barongsai Tradisional.

Tak berhenti di tingkat provinsi, pada ajang berskala nasional Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2026 Piala Wali Kota Kediri Jawa–Bali, Yesaya kembali menunjukkan dominasinya dengan meraih Juara 1 Kategori Barongsai Ketangkasan Zou Tou dan Juara 3 Kategori Barongsai Taulo Bebas (Tonggak).

Menjalani aktivitas padat sebagai pelajar tingkat akhir sekaligus atlet multiprestasi tak membuat Yesaya kewalahan.

Dirinya menerapkan manajemen waktu yang ketat antara kewajiban akademis di SMA Taman Harapan Malang dan porsi latihan atlet.

Kepala SMA Taman Harapan Malang Palupi Yamini S.Pd bersama Yesaya saat sesi wawancara di ruang kepsek Taman Harapan Malang (Tri Sukma)

“Cara membagi waktunya, kalau pagi difokuskan untuk belajar di sekolah, lalu sore harinya lanjut latihan. Bahkan kalau hari libur pun dimanfaatkan untuk latihan,” ungkapnya.

Di tengah gempuran tren gaya hidup modern yang membuat sebagian anak muda kurang melirik olahraga tradisional atau seni pertunjukan khusus, Yesaya memberikan pandangan tersendiri untuk memotivasi generasi sebaya.

Menurutnya, menjadi atlet barongsai tidak hanya melestarikan nilai budaya, melainkan juga memberikan dampak positif dan nilai tambah secara personal.

“Sisi positifnya, ikut barongsai itu latihan tidak bayar, malah kita yang dibayar. Saat ada agenda pertandingan luar kota, akomodasi seperti hotel ditanggung oleh yayasan, dan ada uang saku dari KONI maupun Disporapar,” pungkas Yesaya.

Hingga saat ini, Yesaya juga masih aktif menggeluti Muaythai dimana ia pernah berlatih di Thailand.

Sedangkan di cabang pencak silat, ia juga sempat mengikuti berbagai kompetisi di tingkat kota dan provinsi serta meraih peringkat ketiga.

Kebanggaan Sekolah

Kepala SMA Taman Harapan Malang, Palupi Yamini S.Pd mengungkapkan rasa bangga akan pencapaian Yesaya di berbagai bidang ini.

“Kami selalu memberikan dukungan kepada siswa kami yang intensif meraih prestasi di berbagai bidang, terutama di bidang olahraga,” katanya.

Palupi mengatakan SMA Taman Harapan menjadi tujuan para atlet berprestasi non akademik untuk tetap meraih capaian akademik secara maksimal.

“Hal ini karena siswa yang mendapatkan dispensasi untuk berlatih atau kejuaraan selalu mendapatkan tugas dan tanggung jawab menyelesaikan tugas pelajaran, sama seperti siswa lainnya,” papar Palupi.

 

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *