Malanginspirasi.com – Stadion Paloma Mizuho (Mizuho Park Athletic Stadium) di Nagoya, Sabtu (19/9/2026) malam dipenuhi gemuruh dan warna-warni ketika upacara pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 resmi digelar. Kaisar Naruhito menyatakan dimulainya edisi ke-20 pesta olahraga terbesar di Asia, disaksikan Permaisuri Masako, Presiden IOC Kirsty Coventry, Presiden Olympic Council of Asia (OCA) Sheikh Joaan bin Hamad Al Thani, serta ribuan penonton.
Ini adalah ketiga kalinya Jepang menjadi tuan rumah Asian Games, setelah Tokyo 1958 dan Hiroshima 1994.
Setelah absen 32 tahun, Aichi-Nagoya kini menjadi pusat perhatian. Lebih dari 11.000 atlet dari 45 negara dan wilayah, plus OCA Refugee Team, akan bersaing dalam 43 cabang olahraga dan 469 nomor untuk merebut medali hingga 4 Oktober 2026.
Upacara pembukaan Asian Games 2026 yang berlangsung sekitar dua jam, mengusung konsep “Harmonic Heart Beat” (Detak Jantung Harmoni). Panggung utama berbentuk hati raksasa menjadi simbol persatuan atlet dan penonton dari seluruh Asia.
Sutradara kreatif Yukihiko Tsutsumi, yang berasal dari Nagoya, memadukan budaya tradisional Jepang dengan teknologi modern.
Acara dibuka dengan solo biola oleh musisi Taro Hakase di atas panggung hati, diikuti 240 penari warga yang membentuk kata “Welcome”. Tim aerobatik Blue Impulse dari Pasukan Bela Diri Udara Jepang mengukir bentuk hati di langit Nagoya.
Segmen budaya menampilkan balon raksasa menyerupai Kastil Nagoya, tarian singa terbang ala kabuki, serta penampilan AI. Ada pula penghormatan kepada Aichi sebagai pusat manufaktur, lengkap dengan kendaraan Toyota futuristik di atas panggung.
Parade atlet menjadi momen paling emosional. Afghanistan memimpin rombongan, diikuti delegasi lainnya. Kontingen China yang besar menarik perhatian, sementara tuan rumah Jepang disambut sorak-sorai paling meriah. Bapak anak legenda hammer throw Jepang, Shigenobu dan Koji Murofushi, bersama menyalakan cauldron sebagai penutup upacara.
Berita Terkait:
Asian Games 2026 Dibuka di Tengah Kekacauan Akomodasi dan Logistik Atlet
Kontingen Indonesia Tampil dengan Sentuhan Budaya Nusantara
Indonesia mengirim kontingen sebanyak 430 atlet dari 35 cabang olahraga, didampingi 145 ofisial, serta 78 tenaga pendukung (dokter, masseur, fisioterapis, dan tim headquarter). Chef de Mission (CdM) kontingen adalah Todotua Pasaribu. Target resmi Indonesia di multi-event olahraga terbesar se-Asia tersebut adalah minimal empat medali emas, dengan bonus Rp3 miliar yang dijanjikan pemerintah untuk setiap peraih emas.

Dalam parade pembukaan, bendera Merah Putih dibawa oleh dua atlet. Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi (bola basket putri) dan Daniel Hutapea (karate). Keduanya tampil mencuri perhatian dengan busana yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia.
Ayu mengenakan pakaian bernuansa Bali dengan sulaman emas, sementara Daniel memakai busana berciri Batak Toba lengkap dengan kain ulos di bahu.
“Ini bukan hanya tentang membawa bendera, tetapi juga membawa nama dan semangat seluruh kontingen Indonesia,” ujar Ayu.
Daniel menambahkan rasa bangga sekaligus antusias karena Asian Games 2026 merupakan debutnya di ajang tersebut.
Kontingen Indonesia sebelumnya resmi dikukuhkan oleh Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) dan dilepas Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan. Sejumlah cabang olahraga sudah memulai pertandingan sebelum upacara pembukaan, termasuk bola basket, voli, dan teqball.
Slogan resmi Games, “Imagine One Asia” (dalam bahasa Jepang: Koko de, hitotsu ni), menegaskan semangat kebersamaan. Meski persiapan sempat diwarnai isu akomodasi dan logistik, upacara pembukaan berhasil menjadi titik balik yang merayakan solidaritas Asia.
Selama 16 hari ke depan, Nagoya dan Prefektur Aichi beserta beberapa venue di Tokyo dan kota lain, akan menjadi venue beragam cabor yang dipertandingkan.








