Malanginspirasi.com – FC Barcelona sekali lagi menulis halaman emas lain dalam sejarah dengan memenangkan gelar juara La Liga ke-29.
Kemenangan ini mengamankan trofi kedua berturut-turut dan mengkonsolidasikan era kemenangan sambil menegaskan kembali statusnya sebagai klub terpenting di sepak bola Eropa.
Dengan gelar liga di tangan, Barça menjadi tim pertama yang berhasil mempertahankan trofi sejak musim 2017/18 dan 2018/19, ketika tim Blaugranes di bawah asuhan Ernesto Valverde meraih gelar juara La Liga berturut-turut.
Kesuksesan terbaru di kejuaraan domestik ini menegaskan cengkeraman Barça pada trofi dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan gelar 2025/26 di tangan, tim ini kini telah memenangkan 11 dari 18 kejuaraan liga terakhir, angka luar biasa yang menggambarkan konsistensi luar biasa klub ini.
Baca Juga:
Lamine Yamal Cedera Berat, Siapa Gantikan Posisinya Barcelona Hingga Akhir Musim
Musim 2008/09 menandai titik balik.
Kampanye tersebut mengawali era kompetitif baru bagi Barça, dan antara tahun 2009 dan 2019 tim tersebut mengangkat delapan gelar liga, menegaskan diri dengan penuh otoritas di bawah bimbingan pelatih Pep Guardiola, Tito Vilanova, Luis Enrique Martínez, dan Ernesto Valverde.
Setelah sukses pada tahun 2019, tiga musim berikutnya tanpa gelar domestik, tetapi Barça merebut kembali takhta di bawah Xavi Hernández, berkat rekor pertahanan yang kuat dan serangan yang sangat efektif.
Kini, dengan kedatangan Hansi Flick, Klub telah memenangkan dua gelar liga berturut-turut dan membuka babak baru kesuksesan.
Di luar statistik, gelar liga ke-29 ini merupakan bukti kekuatan tim yang telah berkompetisi dengan ambisi, menunjukkan bakat yang luar biasa, dan memainkan gaya sepak bola yang berani dan menarik.
Skuad yang berkomitmen, setia pada identitasnya, telah mengangkat trofi lain untuk memperkuat daftar prestasi Klub.







